Ditinggal Berjualan, Rumah Hangus Terbakar. Diduga karena Korsleting | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Ditinggal Berjualan, Rumah Hangus Terbakar. Diduga karena Korsleting

  • 18-03-2020 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :609
Ditinggal Berjualan, Rumah Hangus Terbakar. Diduga karena Korsleting Polisi saat melakukan penyelidikan di TKP kebakaran usai api dipadamkan.(agung)

Klikapa.com -Diduga korsleting, rumah milik Hartono, 55, warga Dusun Takeran, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ludes terbakar, Rabu (18/3/2020) dini hari. akibatnya, korban mengaku menderita kerugian sekitar Rp 200 juta.

"Dugaan kebakaran karena korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," kata Kasubsi Penanggulangan Kebakaran PMK Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 04.45. Saat itu, tiba-tiba salah satu ruangan rumah milik korban mengepul asap tebal, yang kemudian diikuti munculnya api. Dalam sekejap, api membesar dan membakar bangunan rumah korban.

Mengetahui itu pemilik rumah segera meminta batuan tetanggan. Warga segera berusaha memadamkan api menggunakan air seadanya. 

Lantaran api kian membesar warga  menghubungi petugas Polsek Karangploso dan PMK Kabupaten Malang. Tiga unit armada dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas langsung berusaha memadamkannya. Hasilnya api baru padam sekitar pukul 07.00.

Kapolsek Karangploso, AKP Effendy Budi Wibowo, menyebutkan saat terbakar, rumah sudah kosong. Pemiliknya sudah pergi bekerja, berjualan di Pasar Karangploso.

"Korban berangkat bekerja sekitar pukul 02.00. Saat ditinggal kerja itulah rumah terbakar. Dugaan sementara karena korsleting listrik," jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa sehari sebelum kejadian kebakaran, korban sempat mencium bau gosong. Seperti plastik yang terbakar di sekitar ruang tempat lemari es (kulkas).

"Tetapi ketika dicari oleh korban tidak bisa menemukan sumber bau tersebut," ujarnya sembari mengatakan bahwa polisi sudah melakukan olah TKP.(agp)


BERITA TERKAIT