Beli Tanah Kavling di Bandra II Ternyata Tertipu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Beli Tanah Kavling di Bandra II Ternyata Tertipu

Beli Tanah Kavling di Bandra II Ternyata Tertipu Kuasa hukum Martini Indrawari, Wintarsa Anugra .

Klikapa.com -Merasa tertipu, Martini Indrawari, 45, mengadu kepada polisi. Warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini merasa dibohongi oleh seorang oknum atas pembelian dua kavling tanah di Bandara II, Dusun Boro, Desa Bugis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Akibatnya, ia mengalami kerugian sebesar Rp 45 juta. 

Mulanya, Martini melaporkan M. Aminullah, CV Malang Abadi, warga Perum Garden Palma, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ke Polresta Malang Kota. Namun, karena pembayarannya di Kantor CV Malang Abadi yang berlamatkan di Jalan Wendit Barat, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, penanganan kasus laporan Martini pun dilimpahkan ke Polres Malang.

Kuasa Hukum Martini, Wintarsa Anugra, menjelaskan, pada 19 Desember 2018, kliennya (Martini) membeli dua tanah kavling di kawasan Bandara II Blok A 17-18. Dimana, dua kavling tersebut dibeli seharga Rp 90 juta. 

"Saat ini masih satu kavling yang dibayar yakni Rp 45 juta. Klien kami berani membayar saat itu karena M Aminullah, pihak CV Malang Abadi mengatakan bahwa tanah tersebut tidak ada masalah dan tidak dalam kondisi bersengketa dan mengurus akta jual beli tanah dari Pejabat Pembuat Akte Jual-Beli Tanah,” ujar dia. 

Ternyata dalam perjalanannya, Martini tidak bisa mendapatkan tanah yang dibelinya begitu juga dengan surat-suratnya.

“Ternyata tanah itu bersengketa. Oleh Aminullah, klien kami dioper ke Herry Riwayanto. Namun Aminullah dan Herry sama saja tidak bisa menyerahkan tanah itu kepada klien kami,” ujar Wintarsa.

Setelah diusut, kondisi tanah itu masih dalam proses gugatan. Herry menggugat Rudy Suhendro, Fristiana Maylani, dan notaris Junjung terkait tanah tersebut.

“Intinya tanah itu masih bersengketa. Klien kami merasa tertipu hingga melapor ke Polresta Malang Kota dan saat ini dilimpahkan ke Polres Malang," papar dia. 

Wintarsa menjelaskan, pihaknya sengaja melakukan laporan lantaran Aminullah tidak bisa memutuskan apa yang seharusnya menjadi hak kliennya. 

"Selain klien saya, ada grup WA yang isinya 100


BERITA TERKAIT