WHO Catat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Cukup Tinggi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

WHO Catat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Cukup Tinggi

  • 26-03-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :294
WHO Catat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Cukup Tinggi ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Angka kematian akibat virus corona di Indonesia dicatat Badan Kesehatan Dunia (WHO) tertinggi di dunia per Rabu (25/2/2020). Catatan itu diambil secara prosentase antara jumlah pasien dengan kematian dan sembuh.

Data terbaru Kemenkes RI, penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia, mencatat ada 790 orang terinfeksi. Sebanyak 58 di antaranya meninggal sementara yang sembuh baru 31 orang.

Secara persentase ada 7,34 persen pasien corona meninggal. Ini membuat persentase angka kematian akibat corona di Indonesia jadi paling tinggi di Asia Tenggara atau rata-rata angka kematian secara global. Indonesia hanya kalah dari Italia.

Sedangkan angka kematian di dunia mencatat angka 18.440 dari total 414.179 kasus (4,45 persen) secara global.

Mengutip lansiran cnnindonesia.com, angka kematian di Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan angka kematian rata-rata di Asia Tenggara. Dari 2.344 kasus terkonfirmasi, angka kematian berada di 72 kasus, atau setara 3,07 persen.

Angka kematian tertinggi masih dicatat oleh Italia dengan angka 6.077 kematian dari 63.927 kasus corona atau sekitar 9,51 persen.

Sebelumnya, Peneliti Bidang Mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra mengatakan jumlah penderita bisa jadi lebih tinggi karena belum diketahui secara pasti orang yang terinfeksi virus corona.

Sugiyono mengatakan banyak kasus corona yang belum menimbulkan gejala atau tanpa gejala (presimtomatik dan asimtomatik) atau memiliki gejala ringan yang tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi.

"Angka tersebut adalah angka perkiraan, yang mengartikan bahwa sebetulnya pada kondisi yang sebenarnya, bisa jadi jumlah penderita yang sebenarnya lebih banyak dan bisa jadi pula kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 saja jumlahnya lebih sedikit," kata Sugiyono dalam lansiran itu, Selasa (24/3/2020).

Dia pun menyarankan pemerintah melakukan pengujian masif yang menjangkau banyak orang, seperti yang dilakukan Korea Selatan, Jerman dan Amerika Serikat. 

Seperti diketahui, dalam lansiran yang disampaikan Kemenkes RI, total spesimen yang baru dites oleh Kemenkes hanya sebanyak


BERITA TERKAIT