Pemkot Batu Siapkan Bantuan kepada Petani Bunga Hias yang Berdampak Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pemkot Batu Siapkan Bantuan kepada Petani Bunga Hias yang Berdampak Covid-19

  • 01-04-2020 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :873
Pemkot Batu Siapkan Bantuan kepada Petani Bunga Hias yang Berdampak Covid-19 Para eptani bunga hias yang terimbas usahanya akibat pandemi covid-19.

Petani bunga mawar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ikut terdampak covid-19 karena panen hanya dibuang

Petani Mawar Rugi, Pemkot Siapkan Insentif
Klikapa.com- Pandemi covid-19 membawa dampak sektor pertanian di Kota Batu. Terkait itu Pemkot setempat kini menyiapkan skema pemberian insentif kepada petani yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu, M Chori mengatakan pemberian insentif kepada para petani bunga hias, bisa berupa bibit ataupun kebutuhan pertanian lainnya. Pemberian bantuan akan diberikan bagi petani yang kesulitan memasarkan hasil pertanian.

"Pemkot Batu menyadari bahwa para petani kesulitan memasarkan produk mereka. Karena itu bantuan akan diberikan bagi mereka seperti dengan bantuan bibit. Tak hanya petani, sektor lain yang terdampak juga akan diberi insentif," ujar Chori, Rabu (1/4/2020).

Ia menjelaskan bahwa mereka tidak bisa memasarkan produknya ketika ada imbauan physical distancing. Sehingga Pemkot akan memberi insentif. Berapa besaran dan mekanisme masih dalam  kajian.

Tidak hanya petani, sektor lainnya juga dalam kajian seperti ojek, PKL, UMKM maupun pekerja pariwisata. Misalnya saja,  petani bunga Desa Gunungsari  sangat terdampak. Pasalnya dengan adanya pandemi seperti saat ini, petani bunga sangat banyak dirugikan.

"Karena itu kami akan segera membuat kajian pergeseran anggaran agar bantuan bisa segera direalisasi," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Poktan Margi Rahayu, Pujiono mengatakan pandemi covid-19 sangat berdampak buruk terhadap bisnisnya. Salah satunya adalah bisnis bunga mawar.

"Sudah hampir dua minggu permintaan dari toko-toko bunga di beberapa daerah seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, hingga Bali berhenti. Sehingga membut petani memilih untuk membuang atau memendam mawar yang sudah dipetik, karena kalau tidak dipetik ya hancur tanamannya," pungkasnya. (eri/feb)


BERITA TERKAIT