3 Tenaga Medis di Kota Malang Positif Corona Tanpa Gejala | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

3 Tenaga Medis di Kota Malang Positif Corona Tanpa Gejala

  • 07-04-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1974
3 Tenaga Medis di Kota Malang Positif Corona Tanpa Gejala Ilustrasi tenaga medis di Kota Malang saat melakukan sceening pendatang baru di Kota Malang.(firman)

Klikapa.com -Wali Kota Malang Sutiaji umumkan penambahan tiga pasien corona di wilayahnya. Mereka adalah tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan. Mereka dinyatakan positif Covidd-19 dan masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Tiga tambahan pasien ini semuanya tenaga kesehatan di satu rumah sakit. Orang-orang yang merupakan benteng terakhir virus corona di Kota Malang," kata Sutiaji, Selasa (7/4/2020).

Dia pun menyebut, jumlah tenaga kesehatan positif terpapar virus corona masih memungkinkan bertambah. Selain tiga tenaga medis itu, dua orang suspect virus corona. 

Uji swab telah dikirim ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan. Pemkot Malang tinggal menunggu hasil uji swabnya. Apakah dua tenaga kesehatan suspect ini positif atau negatif.

"Kemungkinan lima orang yang sudah positif. Mereka ini tidak pasien dalam pengawasan (PDP). Mereka adalah orang tanpa gejala (OTG). Diketahui, semua di tenaga kesehatan. Terjangkitnya di rumah sakit," ujar Sutiaji.

Pemkot Malang sendiri telah melakukan komunikasi dengan direktur salah satu rumah sakit itu. Tiga pasien positif dari tenaga kesehatan ini akan ditempatkan di guest house milik Pemkot Malang. Sebab, selama ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Tadi, kami sudah telepon ke direkturnya. Para tenaga kesehatan itu akan kami minta dan akan ditempatkan di guest house. Ini kan sudah di-tracing, ketiga nakes ini tempatnya berbeda-beda. Ada yang di Bunul, Klojen dan Kedungkandang," tutur Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, dalam waktu dekat Satgas Covid-19 Pemkot Malang akan membuka lowongan bagi relawan tenaga kesehatan. Sebab, beberapa tenaga kesehatan ada yang berstatus ODP, dan PDP sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan isolasi mandiri.

"Karena sudah ada kekhawatiran dari tenaga kesehatan dengan situasi ini. Berkaitan dengan nakes terhadap corona ini kan spesialis paru dan penyakit dalam. Ini kan terbatas," kata Sutiaji.


BERITA TERKAIT