Cintanya Ditolak, Gadis Pujaannya Dianiaya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Cintanya Ditolak, Gadis Pujaannya Dianiaya

  • 08-04-2020 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1254
Cintanya Ditolak, Gadis Pujaannya Dianiaya Dony Pratama Santoso, pelaku penganiayaan berhasil diamankan petugas Reskrim Polsek Gondanglegi

Klikapa.com -Pelaku penganiayaan terhadap Nikmatus Solihah, 16, gadis berkebutuhan khusus (bisu dan tuli) di Gondanglegi, Kabupaten Malang, ditangkap polisi, Selasa (8/4/2020) dini hari.

Penyergapan itu dilakukan Unit Reskrim Polsek Gondanglegi bersama Tim Buser Satreskrim Polres Malang .

Pelakuknya adalah Dony Pratama Santoso, warga Perum Saptorenggo Raya, Kecamatan Pakis. Pemuda kelahiran 7 Mei 1995 ini, ditangkap petugas di rumahnya. Penangkapannya selang 10 jam setelah kejadian penganiayaan.

"Pelaku kami tangkap di rumahnya ketika sedang tidur. Dia sangat kooperatif, begitu juga dengan keluarganya," ujar Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Sigit Hernadi.

Peristiwa penganiayaan berdarah itu sempat membuat heboh warga Dusun Krajan, Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Selasa (7/4) sore. Nikmatus Soliha, 16, menjadi korban penganiayaan. Siswi kelas X SMA-LB Kepanjen ini, dianiaya oleh seorang pemuda  bernama Doni, 25, diketahui warga Kecamatan Pakis, karena menolak cintanya.

Akibatnya, korban  harus  dilarikan ke rumah sakit. Dia mengalami sejumlah luka bacok di tubuhnya. Yakni di leher tengkuk, pelipis, bahu serta punggungnya.

"Pengakuan pelaku pisau yang digunakan menganiaya korban dibeli di wilayah Kecamatan Pakisaji. Barang bukti pisau tersebut masih kami cari, lantaran langsung dibuang di jalan oleh pelaku," tutur mantan Kanitreskrim Polsek Bantur ini.

Dalam pemeriksaan, Dony, yang juga diketahui berkebutuhan khusus (bisu dan tuli) mengaku mencintai korban. Beberapa kali dia sudah mengungkapkan perasaannya, namun ditolak. Cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Saking cintanya Selasa (7/4) sebelum kejadia, pelaku datang dengan membawa cincin emas dan uang sebesar Rp 1 juta. Perhiasan serta uang tersebut akan diberikan pada korban, sebagai bentuk lamarannya. Tetapi karena ditolak, akhirnya terjadi penganiayaan tersebut.

"Cinta pelaku ini bertepuk sebelah tangan. Karena dia tidak mendapat restu dari orangtua korban," ucapnya.

Ditambahkannya, selama menjalani pemeriksaan, pelaku Dony mengakui semua perbuatannya. Dia menceritakan apa yang dilakukannya dengan didampingi oleh orangtuanya.(agp)


BERITA TERKAIT