Mendikbud Buatkan Program Sekolah dari Rumah Akan Tayang di TVRI | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mendikbud Buatkan Program Sekolah dari Rumah Akan Tayang di TVRI

  • 09-04-2020
  • Editor :goly
  • dibaca :1209
Mendikbud Buatkan Program Sekolah dari Rumah Akan Tayang di TVRI Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.(ist)

Klikapa.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuat terobosan dengan program "Belajar dari Rumah". Program ini rencananya akan ditayangkan di TVRI sehingga bisa diakses oleh pelajar di seluruh Indonesia. 

Rencananya, program tersebut ditayangkan selama siswa belajar di rumah akibat wabah virus corona (Covid-19).

"Kami sadar bahwa banyak juga sekolah-sekolah di daerah-daerah, satu tidak punya akses ke internet ataupun, dua masih sulit untuk memahami bagaimana menggunakan platform-platform teknologi. Ataupun ada keterbatasan dana," kata Nadiem kepada wartawan melalui saluran teleconference, Jumat (9/4/2020).

Menurutnya, program tersebut akan mulai dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia mulai Senin (13/4) mendatang sejak pukul 08.00 sampai 23.00. Nantinya, penayangan program tersebut akan dilakukan selama 3 bulan dan akan dievaluasi kemudian.

Nadiem menambahkan bahwa materi pembalajaran yang ditampilkan akan mencakup semua jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat pada waktu yang sudah ditentukan.


"Konten dari sisi pembelajaran yang disajikan akan fokus meningkatkan literasi, peningkatan numerasi dan penumbuh karakter peserta didik," jelas dia.

Program televisi itu nantinya terdiri dari 720 episode yang akan ditayangkan selama 90 hari. Apabila terbukti efektif, Nadiem akan menggodok untuk memperpanjang penayangan program tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas pembelajaran secara gratis ini utamanya ditujukan pada mereka yang berada di daerah 3 T, yakni tertinggal, terdepan dan terluar.

Kendati demikian, Nadiem menjelaskan bahwa program yang Ia luncurkan itu bukan untuk mengganti proses pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah.

Program itu, kata dia, hanya menjadi suplemen atau tambahan proses pembelajaran bagi sekolah yang terkendala akses selama masa krisis pandemi Covid-19 saat ini.

"Kemendikbud juga akan selalu melakukan monitoring program ini dengan lembaga non-pemerintah untuk selalu mengkaji kualitas dan apakah program ini program yang berguna," tutur Nadiem.

Selain pembelajaran bagi murid-murid, program tersebut akan menayangkan bimbingan bagi orangtua


BERITA TERKAIT