PLN Pastikan Pasokan Gas Pembangkit Listrik Terganggu Akibat Terbakarnya Pengolahan Gas Milik Pertamina | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PLN Pastikan Pasokan Gas Pembangkit Listrik Terganggu Akibat Terbakarnya Pengolahan Gas Milik Pertamina

  • 09-04-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :345
PLN Pastikan Pasokan Gas Pembangkit Listrik Terganggu Akibat Terbakarnya Pengolahan Gas Milik Pertamina Kebakaran di pengolahan gas milik PT Pertamina (EP) di Cepu, Kamis (9/4/2020) pagi.

Klikapa.com -Pasokan gas untuk pembakit listrik milik PLN dipastikan terganggu akibat terbakarnya fasilitas pengolahan gas milik PT Pertamina (EP) di Cepu, Kamis (9/4/2020) pagi.

PLN menyebut dampak dari terbakarnya fasilitas ini membuat pasokan gas untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok berhenti.

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali PLN Haryanto WS  mengatakan PLN masih menunggu perkembangan dari PT Pertamina (Persero). 

Menurutnya saat ini masih ada cadangan Compressed Natural Gas (CNG) yang akan dipakai sampai Pertamina kembali siap.

"Secara sistem saat ini beban Jawa Bali turun akibat Covid-19, sehingga bila Tambak Lorok tidak beroperasi pun sistem tetap aman karena cadangan kita sangat aman," ungkapnya, Kamis, (09/04/2020).

Lebih lajut dirinya mengatakan, karena cadangan masih aman, CNG hanya akan dipakai apabila diperlukan, hingga Pertamina kembali siap. Dampak dari pandemi Covid-19 membuat beban puncak kelistrikan di Jawa Bali turun sebesar 11,2% menjadi 23.700 megawatt.

Menanggapi kondisi ini, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyebut sumber pasokan gas untuk jaringan gas rumah tangga yang terdampak, PGN akan mengupayakan pasokan gas dari sumber lain, dengan moda CNG. Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama PGN melalui PT Gagas Energi Indonesia (GAGAS) akan melakukan beberapa hal.

"Mendatangkan pasokan CNG dari Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan rata-rata harian Pelanggan Gaskita di Semarang sebesar 1100 - 1300 m3 dan Pelanggan Jargas di Blora sebesar 280 - 300 m3 dan memastikan kehandalan pasokan gas di wilayah tersebut atau wilayah yang terdampak dari insiden CPP Gundih ini," terangnya.

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penyaluran gas dengan moda CNG akan berlangsung sampai dengan penyaluran gas dari CPP Gundih kembali normal. 

"PGN berupaya agar dampak dapat diminimalisir sehingga penyaluran gas dapat dilakukan secara normal kembali," jelasnya.

Fasilitas pengolahan gas milik PT Pertamina (EP) di Cepu terbakar pada pukul 09.40 pagi tadi.


BERITA TERKAIT