Polisi Gadungan Tipu Pelaku Judi Sabung Ayam | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Gadungan Tipu Pelaku Judi Sabung Ayam

  • 22-05-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7446
Polisi Gadungan Tipu Pelaku Judi Sabung Ayam Tersangka Jamroni Khusen (kiri) saat diperiksa petugas.(ist)

Klikapa.com -Polisi gadungan asal Surabaya ditangkap Tim Satreskrim Polres Pasuruan. Pelaku yang hanya pekerja serabutan dan tamatan SLTP itu melakukan penipuan warga Pasuruan.

Tersangka adalah Jamroni Khusen, 30, warga Mulyorejo Utara 2/17A, Surabaya. Namun dia tinggal di Perumahan Anggun Sejahtera, Desa Oro-oro Bulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

"Pelaku ini kami tangkap karena kedapatan melakukan penipuan. Dia menyamar sebagai anggota polisi," jelas KBO Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Kusmani, Jumat (22/5/2020).

Menurut Kusmani, ada 7 korban yang ditipu pelaku, salah satu yaitu Usman, 50, warga Desa Oro-oro Bulu, Kecamatan Rembang. Penipuan itu berawal dari penggerebekan arena judi sabung ayam di Desa Oro-oro Bulu pada Rabu (13/5/2020) oleh Polres Pasuruan.

Saat itu polisi membawa puluhan ayam jago dan motor para tersangka judian dan penonton sabung ayam sebagai barang bukti. Sedangkan orangnya kabur. Motor yang diamankan salah satunya korban Usman.

Mendapat info penggerebekan itu, tersangka mempunyai ide untuk menipu warga yang motornya disita di Mapolres Pasuruan.

Dengan berpakaian khas anggota buser, tersangka mengendarai motor Honda Supra berplat nomor kendaraan dinas polisi, pistol dan rompi anti peluru. Tersangka langsung menuju rumah warga yang motornya disita, tepatnya pada Sabtu (16/5/2020).

"Pelaku ini mengaku bisa mengeluarkan sepeda motor mereka yang jadi barang bukti judi sabung ayam di Mapolres Pasuruan. Syaratnya dengan membayar uang Rp 1 juta per motor. Dengan modus itu, 7 orang ditipu termasuk korban," terang Kusmani.

Takut ditipu, korban Usman sempat mendatangi rumah tersangka untuk meyakinkan jika motornya bisa kembali, karena sudah membayar Rp 1 juta. Namun tersangka berdalih jika kondisi di polres sedang ada pengawasan ketat, sehingga uang Rp 1 juta tidak bisa mengeluarkan motornya.

Dengan dalih itu, tersangka kembali meminta uang tambahan Rp 500 ribu kepada korban Usman.

"Pelaku berkilah seperti itu untuk kembali menipu korban. Padahal uang total Rp 7 Juta


BERITA TERKAIT