Dunkin' Donuts Potong Gaji Karyawan dan Tunda THR | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Dunkin' Donuts Potong Gaji Karyawan dan Tunda THR

  • 23-05-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :357
Dunkin' Donuts  Potong Gaji Karyawan dan Tunda THR ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Menyusul KFC yang heboh karena telah merumahkan karyawannya yang hampir 5000 orang sebagai dampak covid-19, Dunkin' Donuts disebut-setbut juga mengalami dampak yang sama. Gaji karyawannya dipotong dan THR juga ditunda karena banyak gerai tutup.

kantor Dunkin' Donuts, di Hayam Wuruk Jakpus bahkan didemo para pekerjanya. Pekerja mengaku belum dapat THR dan gaji sampai Jumat (22/5),  yang keputusannya dianggap dilakukan sepihak oleh manajemen tanpa melibatkan pekerja.

Manajer HRD Dunkin' Donuts, Junaidi  mengakui serikat pekerja memang tidak dilibatkan dalam keputusan penundaan THR dan pemotongan gaji, tetapi melalui jalur manajerial yaitu melalui GM, manager, supervisor, head atau shift leader. Ia bilang aturan dari Kemenaker adalah melalui persetujuan karyawan bukan serikat pekerja.

"Mengenai upah yang dipotong dan THR yg ditunda sudah sesuai dengan surat edaran menteri tenaga kerja yaitu melalui mekanisme persetujuan karyawan," kata Junaidi seperti dikutip cnbc, Jumat (22/5/2020).

Junaidi mengakui persoalan ini terjadi karena kondisi perusahaa yang terdampak pandemi covid-19. Ia bilang Sebagian kecil karyawan harus dirumahkan karena ada toko di mal yang tutup, sehingga pihaknya masih menunggu mal-mal dibuka

"Sebagian besar toko tutup dan hanya 1 shift, dulu bisa 2 shift. Kita sangat berharap PSBB dilonggarkan karena aturan tersebut sangat memukul usaha kami," katanya.

Junaidi menegaskan sampai saat ini manajemen terus berupaya memenuhi hak pekerja, salah satunya dengan mempercepat penjualan aset agar dapat dana segar untuk membayar THR.

"Kalau upah yang dipotong kita jalankan berdasarkan hari kerja yang dilakukan dan melalui persetujuan karyawan, sedangkan THR yang ditunda akan kami bayarkan secepatnya karena kami sedang proses penjualan aset dengan harga setengah harga normal," katanya.
 


BERITA TERKAIT