Mabuk, Teman Minum Miras Dibacok | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mabuk, Teman Minum Miras Dibacok

  • 01-06-2020 penulis : Fino
  • dibaca :1797
Mabuk, Teman Minum Miras Dibacok Tersangka Ardiansyah alias Dian yang ditahan di Mapolsek Kepanjen

Klikapa.com -Akibat minuman keras (miras) Ardiansyah alias Dian, 32, warga Dusun Bumiayu, Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang lalu harus mendakam di tahanan Mapolsek Kepanjen. Ia ditangkap kaerna membacok M Nur Alfaizi, 40, warga Perum Puri Kartika Asri, Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.


Untungnya sabetan celurit tersangka tidak sampai parah. Hanya menggores punggung sebelah kiri korban. Namun karena nyawanya terancam, korban melapor ke Polsek Kepanjen hingga tersangka diamankan.


Kapolsek Kepanjen AKP Yatmo mengatakan, rentetan peristiwa penganiayaan dan penangkapan terjadi pada Jumat (30/5) malam hingga Sabtu dini hari. 


“Kejadiannya bermula saat korban, tersangka dan beberapa saksi sedang minum minuman keras di sebuah gubuk di Jalan Dusun Bumiayu, Desa Kemiri Kepanjen,” terang Yatmo, Senin (1/6/2020).


Semula pesta miras berjalan asyik. Namun setelah terkena pengaruh alkohol, emosi mereka meninggi. Terjadi cek cok mulut di dalam gubuk itu. Lucunya bukan tersangka dan korban, melainkan saksi (teman Dian) versus korban. 


Perselisihan saat itu hanya salah paham dan sempat mereda. Tetapi tiba-tiba saja ketika korban hendak keluar dari gubuk, tersangka seperti kalap. Dia menendang dada korban, hingga membuat keduanya terjatuh di jalanan aspal. 


Tak puas dengan menendang, tersangka juga memukul badan korban berulang kali. Teman-teman mereka berupaya melerai dengan memegangi tubuh tersangka dan memerintahkan korban untuk pergi menyelamatkan diri.


Alfaizi sempat melarikan diri dengan pulang ke rumahnya di Dusun Tempur, Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen. Tetapi tersangka mengikuti, sembari membawa celurit. Begitu melihat korban di depan rumah, tersangka menyabetkan celurit itu ke arah korban tanpa basa-basi. 


Celurit itu di arahkan ke arah tubuh korban, tapi berhasil dihindari dan hanya menggores punggung. Korban yang tidak terima lantas malaporkan ke polisi. 


“Tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tandas mantan Kapolsek Bantur ini.(fin/agp)


BERITA TERKAIT