New Normal Kompetisi, Pemain Bisa Rapid Test Setiap Akan Bertanding | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

New Normal Kompetisi, Pemain Bisa Rapid Test Setiap Akan Bertanding

  • 11-06-2020 penulis : Fino
  • dibaca :1764
New Normal Kompetisi, Pemain Bisa Rapid Test Setiap Akan Bertanding Pemain Arema.(ist)

Klikapa.com -Persiapan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar kompetisi lanjutan Liga 1 Indonesia akan secara ketat menerapkan protokol kesehatan. Meski begitu, kabar ini memberi angin segar bagi klub. Selama protokol kesehatan dijalankan, sepakbola bisa bergulir lagi. 

Menyikapi itu Arema FC pun menyambut kabar ini dengan baik. Untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik, dokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi SpKO menegaskan pentingnya koordinasi dengan semua klub. 

“Dari dokter tim Arema mendukung pelaksanaan gelaran liga, tinggal bagaimana teknis pelaksanan protokol kesehatan itu,” kata Nanang, Kamis (11/6/2020).

Menurut dia, faktor teknis pelaksanaan protokol kesehatan, merupakan jaring pengamanan terpenting bagi para pemain sepakbola. Jika protokol dijalankan dengan seketat dan sedisiplin mungkin, maka sepakbola masih bisa bergulir walaupun harus melalui banyak tahapan. 

“Perlu koordinasi seluruh klub peserta liga,” tutur Nanang. 

Menurutnya, seluruh peserta kompetisi lanjutan harus sepakat dan satu perspektif tentang penanganan Covid-19 dan pendisiplinan protokol kesehatan. Karena, kesehatan para pemain dan ofisial menjadi taruhannya.

Jika ada satu saja klub yang tidak mengindahkan protokol kesehatan dan nekat mengikuti kompetisi lanjutan, maka peserta klub lain akan terancam kesehatannya. Untuk menyukseskan gelaran kompetisi dengan protokol kesehatan, dr Nanang menyebut rapid test adalah kewajiban.

Demi menjalankan protokol kesehatan dalam sepakbola, biayanya tidak kecil. “Anggarannya besar, untuk rapid test per minggu, dan setiap pemain dan ofisial harus melaksanakan rapid test tersebut setiap akan bertanding,” sambung dokter alumnus Universitas Gajah Mada tersebut.

Meskipun belum ada estimasi resmi, Nanang memperkirakan rapid test per pertandingan bisa mencapai puluhan juta rupiah, karena mencakup ofisial sampai pemain kedua klub. 

“Bisa sampai Rp 50 juta per bulan,” tutupnya.(fin/jon)


BERITA TERKAIT