Polisi Jerat Pasal Berlapis Jerat Bapak 'Makan' Putrinya di Bululawang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Jerat Pasal Berlapis Jerat Bapak 'Makan' Putrinya di Bululawang

  • 09-07-2020 penulis : Fino
  • dibaca :1791
Polisi Jerat Pasal Berlapis Jerat Bapak 'Makan' Putrinya di Bululawang Tersangka Nursalim dijerat pasal berlapis.(firman)

Klikapa.com - Polres Malang bakal menerapkan pasal berlapis terhadap Nursalim, 45, pelaku pencabulan terhadap putrinya. Selain mengenakan pasal perlindungan anak juga kekerasan rumah tangga.

Bahkan, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyebutkan hukuman Nursalim bisa lebih lama lagi. Karena selain kedua pasal itu ancamannya di atas 10 tahun, korbannya putrinya sendiri yang seharusnya ia lindungi.

“Pelaku keluarga terdekat dapat tambahan hukuman. Yaitu sepertiga dari vonis hakim,” ujar Hendri Umar didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kamis (9/7/2020).

Hendri pun menyebut misalnya hakim nantinya memutus Nursalim dipenjara 20 tahun, maka total hukumannya bisa ditambah sepertiga dari 20 tahun. Yakni, 6 sampai 7 tahun. 

Hendri juga menyebutkan, polisi sengaja mencantumkan pasal tambahan soal KDRT. Ini dengan maksud Nursalim tidak bisa lepas dari jeratan hukum. 

Hendri mengaku tak habis pikir dengan kejahatan Nursalim. Normalnya, bapak adalah pelindung keluarga termasuk anaknya. Yang terjadi malah 'memangsa' putrinya.

“Pantas tidak kamu SMS begitu ke anakmu hah!?,” kata Hendri kepada Nursalim saat merilis kasusnya di hadapan wartawan, Kamis (9/7/2020).

Sepanjang press conference, Nursalim hanya menunduk. Dia hanya bicara ketika ditanyai Kapolres. Sekalinya dia bicara, kata-katanya bikin hati panas. 

Misalnya, sebelum ulahnya terbongkar, hubungannya dengan istri baik-baik saja.  Yang mengejutkan ia malah mengaku puas dilayani putrinya. “Puas.” Itu jawaban pendek Nursalim saat ditanyai wartawan. 

Jawaban itu membuat wartawan tak terkecuali Kapolres dan Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menjadi geram. 

“Gepuki ndek kene ae wes (pukuli di sini saja sudah),” teriak salah satu wartawan.(fin/agp)
 


BERITA TERKAIT