Satgas Covid-19 Akui Pelacaran Orang Yang Kontak dengan Pasien Corona Rendah | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Satgas Covid-19 Akui Pelacaran Orang Yang Kontak dengan Pasien Corona Rendah

  • 06-08-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2874
Satgas Covid-19 Akui Pelacaran Orang Yang Kontak dengan Pasien Corona Rendah Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.(ist)

Klikapa.com -Pemerintah mengakui contact tracing atau pelacakan orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif terinfeksi virus corona masih rendah. Hal ini dinilai pengendalian dan jumlah tes risiko infeksi (testing) Covid-19 sedikit.
 
Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sampaikan hal itu saat memberikan keteragan pers yang disiarkan lewat akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (6/8/2020).

"Kami mengakui kemampuan contact tracing di Indonesia masih rendah saat ini," kata Wiku.

Namun ia tidak menjelaskan alasan rendahnya kemampuan pelacakan ini. Ia menyatakan bakal berupaya meningkatkan kemampuan pelacakan.

"Kami akan meningkatkan kemampuan contact tracing menjadi rasio 1 dalam 30 kontak," terangnya.

Contact tracing merupakan identifikasi terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien positif covid-19. Gagasan di balik konsep ini adalah pencegahan penyebaran infeksi ke kerumunan besar atau komunitas melalui pemutusan rantai transmisi.

Pelacakan kontak dilakukan melalui tiga langkah yakni identifikasi kontak, mendaftar kontak, dan tindak lanjut kontak. Penelusuran kontak ini dapat memperluas testing Covid-19.

Pada kesempatan itu, Wiku pun mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian khusus untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Aceh.

Menurutnya, terjadinya lonjakan kasus kumulatif di Provinsi Aceh, padahal sejak Maret hingga awal Juli, kasus konfirmasi positif hanya berjumlah 21 kasus.

"Kami lihat ada beberapa perubahan kondisi di Aceh, dari 21 kasus menjadi 259 kasus selama satu pekan terhitung tanggal 26 Juli ke 2 Agustus," kata dia.

Wiku juga merinci beberapa wilayah kabupaten kota di Aceh yang berpindah zonasi. Tercatat ada satu daerah zona hijau menjadi zona kuning, kemudian delapan kabupaten kota dari zona kuning berubah menjadi zona oranye, dan tiga kabupaten kota dari zona hijau menjadi zona oranye.

"Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dibantu mohon koordinasi segera sehingga kondisinya lebih baik lagi," kata Wiku.

Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyebut, Provinsi Aceh hanya mencatat mengalami laju insidensi 2,02 kasus


BERITA TERKAIT