BMKG Sebut Awan Tsunami di Aceh Bisa Jadi Tanda Datangnya Hujan Badai | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

BMKG Sebut Awan Tsunami di Aceh Bisa Jadi Tanda Datangnya Hujan Badai

  • 10-08-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3249
BMKG Sebut Awan Tsunami di Aceh Bisa Jadi Tanda Datangnya Hujan Badai Venomena awan Arcus yang dianggap BMKG sebagai tanda akan datangnya hujan badai.(ist)

Klikapa.com -Heboh venomena alam dengan munculnya awal Tsunami di Meulaboh Aceh direspon Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Awan itu disebutnya dengan awan Arcus dan berbahaya.

Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto menyatakan awan Arcus merupakan awan rendah yang terbentuk dalam formasi horizontal. Awan itu bisa nampak dalam bentuk bergulung atau berlapis.

"Yang terbentuk di Meulaboh menurut klasifikasi awan disebut awan Arcus. Termasuk awan rendah dengan ketinggian di bawah 2 kilometer," ujar Siswanto, Senin (10/8/2020).

Disebutan awan Arcus biasanya menjadi aksesoris dari awan cumulonimbus atau awan badai hujan. Namun, dia berkata tidak semua cumulonimbus disertai pembentukan awan Arcus.

Kemunculan awan Arcus di perairan sekitar Aceh lanjutnya,  biasanya berkaitan dengan proses terjadinya squall line. Selama ini, dia berkata sudah banyak penelitian yang mengkaji, tetapi umumnya yang terjadi di Selat Malaka, timur Aceh.

"Fenomena squall line Sumatera ini sudah dikenal di dunia cuaca dan iklim bahkan dinamai sebagai Sumatra Squall Lines (SSL)," ujarnya.

Dalam beberapa pengkajian iklim, Siswanto menyebut SSL berkembang di atas Pulau Sumatra pada malam hari jika dilihat dari Malaysia. Awan tebal itu berkembang paling sering antara bulan April dan November, serta mengarah ke timur menuju pantai barat Semenanjung Malaysia  sesuai arah aliran angin muson barat daya.

"Dampaknya berupa hujan badai. Biasanya datang saat menjelang fajar atau dini hari disertai hembusan angin kencang dan hujan lebat. Umumnya terjadi di perairan atau pantai," ujar Siswanto.

Terkait dengan kemunculan awan Arcus itu, Siswanto mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi fenomena awan Arcus untuk berhati-hati dan segera mencari tempat yang relatif aman, terutama apabila angin kencang sudah mulai terasa dan hujan.
 


BERITA TERKAIT