Pedagang Minta Revitalisasi Pasar Besar Batu Dihentikan Dulu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pedagang Minta Revitalisasi Pasar Besar Batu Dihentikan Dulu

Pedagang Minta Revitalisasi Pasar Besar Batu Dihentikan Dulu ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Perwakilan Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Kota Batu minta Pemkot setempat menghenti dulu rencana revitalisasi Pasar Besar Batu. Itu dilakukan karena mereka ingin ada transparansi sebelu proyek itu dijalankan.

"Kami masih belum bisa membicarakan masalah relokasi. Sebelum jelas 3D, yaitu terkait keberadaan dana revitalisasi Pasar Besar Batu Rp 200 miliar, transparansi DED dan data pedagang yang masih carut marut," kata Wakil HPP Pasar Besar Kota Batu Johan Bambang Irawan, Kamis (13/8/2020).

Yang dimaksud transparansi itu terkait rencana pembangunan Pasar, dana revitalisasi Pasar Besar Batu Rp 200 miliar, termasuk perencanaan dan pendataan pedagang.

Menurutnya sampai saat ini permintaan transparansi itu belum disampaikan kepada HPP. Sehingga pihaknya meminta UPT (Unit pelaksana teknis) untuk menghentikan pendataan pedagang  degitu juga relokasi pedagang.

"Alasan lainnya karena adanya data pedagang (SK penggunaan tempat) yang berada di Bank Jatim. Hal itu harus diselesaikan dulu oleh Pemkot Batu," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan DAK fisik pembangunan Pasar Besar Batu yang dialihkan oleh Kementerian Keuangan untuk penanganan Covid-19. Apakah ikut bergeser atau tidak sehingga HPP ragu dengan relokasi Pasar Batu. 

"Kami juga sering berkomunikasi dengan kementerian. Informasinya di kementerian masih dibahas di tahun 2021. Kami minta dihentikan dulu (relokasi) karena khawatir pembangunan terjadi mangkrak hingga pedagang terjebak di penampungan," bebernya.

Di sisi lain, Johan juga mengatakan tidak elok kalau relokasi dilakukan saat masa pandemi seperti sekarang. Ia meminta agar proses relokasi dihentikan dulu.

“Kami minta dihentikan dulu, khawatir pembangunan terjadi mangkrak hingga pedagang terjebak di penampungan,” urainya.

Pihaknya juga meminta adanya dialog kembali terkait tuntutan 3D terpenuhi. Bahkan dikatakannya kesepakatan tersebut telah ada di lembar paguyuban. 

Johan menyampaikan jika saat ini pihaknya melakukan pendataan internal. Pasalnya ia merasa heran karena ada data PKL Pasar Pagi yang berubah dari sebelum pandemi dengan saat pandemi.

“Seperti sebelum pandemi, data PKL


BERITA TERKAIT