Bromo sudah Dibuka, Desa Ngadar Tetap Steril Wisatawan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Bromo sudah Dibuka, Desa Ngadar Tetap Steril Wisatawan

  • 01-09-2020 penulis : Fino
  • dibaca :14466
Bromo sudah Dibuka, Desa Ngadar Tetap Steril Wisatawan Desa Ngadas tetap tidak menerima kunjungan tamu wisata.(ipunk)

Klikapa.com - Wisata Gunung Bromo sudah dibuka untuk kunjungan wisata sejak akhir Agustus. Namun untuk Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ternyaa tetap tertutup untuk wisatawan. 

Masyarakat Suku Tengger, sepakat tidak menerima wisatawan menginap. Tujuannya supaya warga lokal di Desa Ngadas tetap aman dari Covid-19.

“Meskipun Gunung Bromo sudah buka, kami tetap tidak terima tamu. Kami mohon maaf Desa Ngadas belum bisa diinapi. Keputusan ini sesuai hasil koordinasi pemerintah desa dan warga. Utamanya pelaku usaha wisata di Ngadas. Seperti pengelola home stay dan jasa wisata jeep,” ungkap Kades Ngadas, Mujianto, Selasa (1/9/2020).

Disebutkan, sejak terjadi pandemi Covid-19, Desa Ngadas memang isolasi total. Warga Ngadas tidak menerima pengunjung menginap. Tamu yang datang diminta putar balik. Kalau perjalanan ke Bromo atau Ranupani, masih boleh lewat. Tapi jalanan tengah desa steril tamu dari luar.

Sampai masa new normal pun, Ngadas masih ketat berjaga. Jika ada pengunjung tak dikenal, warga langsung memeriksa. Andai tujuannya menginap di Ngadas, wisatawan diminta putar balik. 

Mujianto juga meminta maaf kepada Balai Besar TNBTS. Serta para pelaku usaha wisata Bromo. Ngadas masih belum bisa aktif lagi dalam rangkaian wisata. 

Operator jeep pun diminta mengambil wisatawan di bawah. Yakni, Gubug Klakah dan Pos Coban Trisula. Kebijakan ini disepakati warga supaya penularan pageblug tak masuk Ngadas. 

“Silakan ambil tamunya di bawah. Lewat Ngadas monggo, tetapi tamu jangan dibawa masuk desa,” tambahnya.

Mujianto menegaskan, Ngadas masih zero Covid-19. Ekonomi warga juga cenderung stabil. BLT dari pemerintah pun tak dicairkan pemerintah desa. Yaitu sejumlah Rp 218 juta. Kehidupan masyarakat Ngadas, masih tercukupi secara mandiri. Sandang pangan, masih bisa mengandalkan pertanian-perkebunan.

Kawasan Desa Ngadas sendiri dikelilingi lahan perkebunan. Komoditi kentang dan sayuran banyak tertanam di sana.(fin/agp)


BERITA TERKAIT