NU Apresiasi Polri Menangkap Gus Nur | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

NU Apresiasi Polri Menangkap Gus Nur

  • 25-10-2020 penulis : agim
  • dibaca :2202
NU Apresiasi Polri Menangkap Gus Nur Penceramah Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan.(dok.cnn)

Klikapa.com -PCNU Kabupaten Malang mengapresiasi Polri yang menangkap Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. Sebab pria berusia 46 tahun itu dianggap dalam dakwahnya mengandung ujaran kebencian dan melecehkan NU.  

“Kami memberi dukungan penuh kepada Bareskrim Polri yang telah menangkap Sugi Nur Raharja karena omongannya sudah berulang kali mengandung ujaran kebencian yang dapat menimbulkan kemarahan bagi warga, termasuk NU," kata Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar, Minggu (25/10/2020). 

Bareskrim Mabes Polri menangkap Gus Nur di rumahnya di Jalan Cucak Rawun Raya, Sekarpura, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (24/10) dini hari. 

Ia ditangkap atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap NU. Karena sudah berstatus tersangka, Gus Nur pun menjalani penahanan selama 20 hari.  

Sebelumnya Ketua PCNU Cirebon Azis Hakim melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri yang terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020. Selain itu, Aliansi Santri Jember juga melaporkan Gus Nur ke Polres Jember, Senin (19/10) lalu. 

Gus Nur dilaporkan karena diduga menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube. 

Lebih lanjut Umar menyebut tindakan Gus Nur sangat berbahaya bagi keutuhan dan  persatuan Indonesia. Sebab setiap ceramahnya, ia kerap menyebarkan kebencian dan perpecahan.

“Polisi diharapkan dapat mengusut seadil-adilnya. Jika tidak bersalah segera dibebaskan, tapi jika terbukti bersalah ya dihukum sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya. 

Dia berharap penegakan hukum tidak hanya kepada Gus Nur, tetapi juga pihak yang memproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian melalui kanal YouTube. 


"NU percaya, Polri akan melakukan penegakan hukum secara adil. Warga NU juga tidak perlu terpancing dan melakukan tindakan yang tidak perlu," kata dia.
 


BERITA TERKAIT