Polisi Mengaku Kantongi Fasilitator Perusuh di Demo Ciptaker | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Mengaku Kantongi Fasilitator Perusuh di Demo Ciptaker

  • 27-10-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1779
Polisi Mengaku Kantongi Fasilitator Perusuh di Demo Ciptaker Sejumlah orang yang ditangkap saat demo rusuk tolak UU Cipta Kerja.(ist)

Klikapa.com -Kepolisian mengaku telah mengantongi identitas fasilitator massa perusuh saat aksi demo menolak Omnibus Law atau Undang-undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, massa perusuh diduga datang ke Jakarta dengan bantuan pihak fasilitator.

"Aksi unjuk rasa mereka dari berbagai daerah, Bogor, Sukabumi, Indramayu, Subang, Cilegon, Bekasi, Tangerang ini berasal dari beberapa wilayah, di samping Jakarta, ya," kata Nana kepadaa media di Polda Metro Jaya, Selasa (27/10/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menambahkan, para fasilitator ini menyediakan kendaraan ke Jakarta berupa bus, truk, hingga kereta api untuk massa perusuh berangkat dari daerah asalnya.

Ia memastikan penyidik telah mengantongi identitas dan segera memburu para fasilitator tersebut.

"Ini yang mengajak langsung sudah kita profiling, sudah kita pengejaran. Ini sudah di profiling, nama-namanya sudah ada, dan akan kita kejar semuanya," tutur

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan 143 orang sebagai sebagai tersangka terkait kericuhan demo menolak UU Ciptaker selama beberapa waktu belakangan. Dari jumlah itu, sebanyak 67 orang ditahan.

Sementara 31 orang di antaranya masih berstatus sebagai pelajar dan anak di bawah umur.

Dalam beberapa pekan terakhir terdapat sejumlah aksi demo menolak UU Ciptaker yang berujung ricuh. Setidaknya, ada tiga kali kerusuhan pecah di ibu kota.

Pada 8 Oktober saat unjuk rasa dilakukan oleh mahasiswa dan buruh. Kemudian, pada 13 Oktober unjuk rasa kembali pecah saat Front Pembela Islam (FPI) cs melakukan unjuk rasa.

Terakhir, pada 20 Oktober kemarin unjuk rasa kembali pecah di beberapa titik. Akibat hal itu, polisi menangkap ribuan orang langsung di lapangan karena terindikasi rusuh.
 


BERITA TERKAIT