HERO, Matahari dan Ramayana Kompak Merugi Ratusan Miliar pada Kuartal 3 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

HERO, Matahari dan Ramayana Kompak Merugi Ratusan Miliar pada Kuartal 3

  • 30-10-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2229
HERO, Matahari dan Ramayana Kompak Merugi Ratusan Miliar pada Kuartal 3 ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Tiga pelaku ritel besar dalam negeri dikabarkan mengalami kerugian besar. Mereka adalah  PT Hero Supermarket Tbk (HERO), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Kerugian yang dicatat dalam kinerja selama 9 bulan pertama tahun ini atau per September 2020, hingga mencapai ratusan miliar.

Penjualan mereka menurun selama periode Januari-September di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah daerah.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi kuartal III-2020, HERO mencatat keruian senilai Rp 339,46 miliar pada akhir periode tersebut. Meningkatkan berkali-kali lipat dari posisi akhir September 2019 lalu yang senilai Rp 6,68 miliar.

Kerugian ini disebabkan karena turunnya pendapatan 27,65% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi senilai Rp Rp 6,86 triliun dari pendapatan di akhir periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 9,48 triliun.

Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 5,07 triliun dari Rp 6,81 triliun dengan beban usaha yang turun tipis menjadi Rp 2,29 triliun dari sebelumnya Rp 2,87 triliun.

Beban keuangan perusahaan membengkak menjadi Rp 80,56 miliar, dari posisi di akhir kuartal III-2019 yang senilai Rp 913 juta.

Manajemen perusahaan menyebutkan sepanjang masa pandemi Covid-19 ini perusahaan mengalami tantangan yang signifikan lantaran diterapkannya PSBB dan terjadinya perubahan pola belanja pelanggan.

"Bisnis groseri dan kesehatan dan kecantikan kami secara signifikan terkena dampak negatif pandemi pada kuartal ketiga," tulis manajemen perusahaan, dikutip Jumat (30/10/2020).

"PSBB menyebabkan perubahan dalam perilaku belanja pelanggan dan pola permintaan produk serta juga berdampak pada penurunan kunjungan ke toko-toko Perseroan yang berada di dalam mal," tulis manajemen HERO.

Selanjutnya bisnis perabot rumah tangga IKEA sedikit mengalami peningkatan mulai kuartal III dibanding dengan dua periode sebelumnya.

Kenaikan ini ditunjang dengan kinerja e-commerce dan kontribusi toko baru di Sentul.

Seluruh toko ritel milik perusahaan seperti Hero, Guardian dan IKEA terdampak


BERITA TERKAIT