KPPU Sempt Endus Monopoli Jasa Kargo Ekspor Benur sebelum Menteri Kelautan Ditangkap KPK | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

KPPU Sempt Endus Monopoli Jasa Kargo Ekspor Benur sebelum Menteri Kelautan Ditangkap KPK

  • 25-11-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1944
KPPU Sempt Endus Monopoli Jasa Kargo Ekspor Benur sebelum Menteri Kelautan Ditangkap KPK Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK di bandara Soetta diduga terkait korupsi ekspor benih lobster.

Klikapa.com -Sepekan sebelum penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sempat mengendus adanya dugaan praktik monopoli di bisnis jasa kargo ekspor benih lobster (benur).

Anggota sekaligus Juru Bicara KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan dugaan monopoli tersebut muncul lantaran pengiriman benih lobster hanya dilakukan di satu bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta.

Karena itu lah, KPPU memutuskan melakukan penelitian perkara inisiatif terhadap praktik bisnis tersebut mulai bulan ini. 

"Untuk memperoleh bukti-bukti atas dugaan praktik monopoli di jasa tersebut," terang Guntur dalam keterangan resminya pekan lalu.

Pada temuan awal, kata Guntur, KPPU sebenarnya tidak menemukan kebijakan yang melanggengkan praktik monopoli dalam bisnis jasa kargo ekspor benih bening lobster. Pasalnya, kebijakan yang berlaku tidak menunjuk satu pelaku usaha freight forwarding saja untuk menguasai bisnis ini.

Namun, fakta di lapangan ternyata menunjukkan terjadinya struktur pasar monopoli dalam hal penyedia jasa freight forwarding. Hal ini tercermin pula pada realitas pengiriman benih lobster yang hanya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Padahal, pilihan bandar udara yang dapat menjadi akses pengiriman tidak hanya Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan Keputusan Kepala BKIPM Nomor 37 Tahun 2020 tentang Tempat Pengeluaran Khusus Benih Bening Lobster dari Wilayah Negara RI telah menetapkan enam bandara yang direkomendasikan untuk pengiriman benih lobster ke luar negeri.

Mulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Internasional Lombok, Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Hasanuddin Makassar.

Secara praktik, seharusnya dengan memperhatikan sebaran lokasi pembudidaya lobster, maka biaya yang dikeluarkan eksportir akan lebih murah apabila keenam bandara yang direkomendasikan dapat difungsikan sebagai tempat pengeluaran benih lobster," terang Guntur.

KPPU juga mengkhawatirkan kondisi itu akan menimbulkan inefisiensi bagi biaya pengiriman dan risiko bagi pelaku usaha. Padahal, seharusnya, biaya pengiriman domestik akan lebih rendah dan harga benih lobster


BERITA TERKAIT