Melegakan, Penambahan Positif Covid-19 Harian RI Turun. Hari Ini Bertambah 5.560 Orang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Melegakan, Penambahan Positif Covid-19 Harian RI Turun. Hari Ini Bertambah 5.560 Orang

  • 28-02-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1509
Melegakan, Penambahan Positif Covid-19  Harian RI Turun. Hari Ini Bertambah 5.560 Orang ilustrasi.(dok.klikdokter)

Klikapa.com -Kasus penambahan harian positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia sedikit melegakan. Pada Minggu (28/2/2021) tercatar penambahan yang menurun dan tercatat 5.560 orang. Tambahan ini menjadikan kasus total positif Covid-19 menjadi 1.334.634 orang.

Mengutip data Kementrian Kesehatan RI, jumlah tersebut, sebanyak 1.142.703 orang atau bertambah 6.649, dinyatakan sembuh dan 36.166 orang (bertambah 185) meninggal dunia. 

Sehari sebelumnya, Sabtu (27/2), total kasus positif Covid-19 sebanyak 1.329.074 orang. Dari jumlah itu, 1.136.054 orang dinyatakan sembuh dan 35.981 orang lainnya meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memperpanjang PPKM Mikro hingga 8 Maret untuk menekan penyebaran virus corona.

PPKM Mikro yang diterapkan 9-21 Februari menunjukkan statistik positif. Laju peningkatan kasus positif virus corona cenderung menurun di tujuh provinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.

Berdasarkan data, ada penambahan 83.841 kasus positif Covid-19 di Jawa-Bali sepanjang PPKM mikro pertama yang diterapkan 9-21 Februari.

Jumlah itu turun dibandingkan dua pekan sebelumnya, yakni 26 Januari-8 Februari, di mana bertambah 128.753 kasus positif Covid-19. Meskipun demikian, jumlah orang yang dites Covid-19 juga menurun.

Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo menilai kondisi tersebut belum dapat disimpulkan secara dini sebagai tren penurunan kasus covid-19 di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah tengah menjalankan program vaksinasi Covid-19. Setelah melakukan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, pemerintah kini mulai menyuntik sejumlah pekerja publik, seperti anggota legislatif, TNI-Polri, pedagang pasar, hingga pekerja media.

Namun, ada masalah dalam hal ketepatan dalam pendistribusian vaksin Covid-19 tersebut. Kasus teranyar ialah vaksinasi Anggota DPR yang menyertakan keluarga mereka. Sebagian pengamat menilai anggota keluarga dewan, yang belum tentu merupakan pelayan publik, sebagai 'penumpang gelap' dalam vaksinasi itu.(cnn)


BERITA TERKAIT