Keroyok Teman Mabuk, Warga Pagelaran Ditangkap setelah Buuron 1 Tahun | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Keroyok Teman Mabuk, Warga Pagelaran Ditangkap setelah Buuron 1 Tahun

Keroyok Teman Mabuk, Warga Pagelaran Ditangkap setelah Buuron 1 Tahun Tersangka Muhammad Suwadi, 26, setelah ditangkap di wilayah Pagelaran.(ist)

Klikapa.com -Setahun lebih menjadi buronan polisi, Muhammad Suwadi, 26, tertangkap, akhir pekan lalu. Warga Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini, diringkus Unit Reskrim Polsek Gondanglegi. 


Ia ditangkap petugas karena terlibat pengeroyokan bersama dua pelaku masih yang kini masih buron.


Tersangka ditangkap di tempat persembunyiannya. Di Dusun Ngempit Desa Tegalsari Kecamatan Kepanjen. Sewaktu diamankan, tersangka tanpa perlawanan. Dia mengakui telah mengeroyok korban.


“Tersang kami tangkap setelah ada informasi keberadaannya. Sedangkan untuk pelaku lain yang buron, masih kami selidiki,” jelas Kapolsek Gondanglegi Kompol Agus Siswo Hariadi melalui Kanitreskrim Ipda Sigit Hernadi.


Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada 31 Juli 2020 lalu. Korbannya Mahmudi, 25, warga Dusun Sidorukun Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran. Kejadiannya di ladang jagung tepi barat sungai irigasi Jalan dr. Wahidin Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi.


Kejadian penganiayaan itu malam hari sekitar pukul 21.00, korban diketahui sedang pesta minuman keras dengan salah satu pelaku berinisial AV alias Gedek. 


Sewaktu minum bersama, keduanya terjadi perselisihan hingga korban memukul kepala AV alias Gedek.


Keesokan harinya, AV alias Gedek kembali menggelar pesta minuman keras. Kali ini bersama tersangka Muhammad Suwadi serta satu pelaku berinisial GN yang juga masih buron. 


Saat itu AV menceritakan apa yang dialaminya. Setelah minuman habis, mereka bertiga sepakat mencari korban untuk balas dendam.


Begitu ketemu korban langsung diseretnya ke ladang jagung. Di tempat itulah korban dihajar ramai-ramai dengan tangan kosong serta kayu. 


“Dari laporan itulah kami lantas memburu para pelaku. Dari tiga pelaku, baru satu yang kami amankan. Kami jerat mereka dengan pasal 170 KUHP dan atau pasal 363 KUHP,” tegasnya.(agp) 
 


BERITA TERKAIT