Residivis Spesialis Pencuri Sepeda Pancal Ditangkap | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Residivis Spesialis Pencuri Sepeda Pancal Ditangkap

Residivis Spesialis Pencuri Sepeda Pancal Ditangkap Pencuri spesialis sepeda pancal di tangkap berikut puluhan barang buktinya.(ist)

Klikapa.com -Dua orang pelaku spesialis pencuri sepeda pacal ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Mereka Alan Syahroni, 27, warga Jalan Klayatan I Kecamatan Sukun dan Henok Luwono, 30, warga Jalan Kelud Kecamatan Klojen Kota Malang. 


“Pertama yang kami tangkap adalah tersangka Alan Syahroni di sekitar Stasiun Kotalama pukul 11.30. Sedangkan tersangka Henok Luwono kami tangkap pukul 13.00 di rumah kontrakannya di Puri Nirwana Desa Jedong Kecamatan Wagir,” jelas Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, Jumat (27/8/2021). 


Menurutnya, kedua tersangka merupakan residivis. Tahun 2018 lalu mereka baru saja bebas dari tahanan karena kasus yang sama. Hasil interogasi, pencurian kali ini dilakukan sejak tahun 2019. 


Selama ini, keduanya mengaku sudah beraksi lebih dari 30 TKP. Semua hasil kejahatannya sudah dijual secara online ke wilayah Jawa Tengah. Hanya tersisa 15 unit sepeda angin yang diamankan sebagai barang bukti. 


“Pelaku ini memang spesialis. Modusnya berboncengan dengan sepeda motor untuk mencari sasaran. Setelah mendapat incaran, mereka langsung beraksi,” terangnya. 


Tinton mengatakan, masyarakat yang merasa kehilangan sepeda angin selama 2019 hingga Agustus 2021, bisa melaporkan kejadiannya ke Polresta Malang Kota. 


Sementara, usai mengungkap kasus ini, Satreskrim Polresta Malang Kota juga mengembalikan dua barang bukti kepada pemiliknya. Salah satunya kepada Bagus Hariadi warga Perum Araya Blimbing Kota Malang. 

“Saya sangat berterima kasih kepada Satreskrim Polresta Malang Kota, karena berhasil menangkap pelaku dan mengembalikan dua sepeda saya,” kata Bagus Hariadi. 


Ia menjelaskan dua sepeda tersebut hilang pada 12 Agustus 2021 lalu. Saat itu dirinya sempat ragu melapor dan merelakan kedua sepeda angin miliknya. 


Padahal sepeda tersebut bermerk Thrill seharga Rp 6 juta dan Polygon D5 seharga Rp 9 juta. Atas dorongan kerabat dan keluarga ia melapor ke Polresta Malang Kota. 


“Tidak sampai satu minggu, saya dikabari bahwa


BERITA TERKAIT