Bocah SD Tewas Gantung Diri, Tertekan karena Difitnah | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Bocah SD Tewas Gantung Diri, Tertekan karena Difitnah

  • 10-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1983
Bocah SD Tewas Gantung Diri, Tertekan karena Difitnah ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Ya ampun, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun nekat gantung diri. Kasus ini terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Rabu (8/9/2021).

Pelajar kelas 6 SD ini ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali di dalam kamarnya.

Menurut Kanitreskrim Polsek Sleman, Iptu Eko Haryanto, korban ditemukan meninggal dunia pertama kali oleh sang ayah. Diduga korban memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri karena merasa tertekan.

"Korban ditemukan menggantung sebelum pukul 8 malam oleh bapaknya di dalam kamar. (Korban gantung diri) Menggunakan tali plastik yang biasanya dipakai untuk menggantung lampu,"kata Eko.

Eko menuturkan sebelum meninggal dunia, korban diketahui sempat bermain dengan teman-temannya di kamarnya. Kemudian teman-teman korban tersebut pamit pulang saat Magrib.

Masih menurut Eko, beberapa menit sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat mengirim chat melalui aplikasi WhatsApp kepada seorang teman perempuannya. Dalam percakapan chat ini, korban sempat mengeluh jika banyak orang yang memfitnahnya.

"Di chatnya, 'kenapa kamu? Ya banyak orang yang memfitnah saya. Lha kenapa? Ya karena aku dekat kamu karena kamu cantik'," ungkap Eko menceritakan chat korban dengan temannya itu.

Tak hanya mengirim chat ke teman perempuannya, sambung Eko, korban juga beberapa waktu sebelum meninggal dunia sempat memperbaharui status WhatsApp.

"Korban membikin status (Whatsapp). Intinya banyak orang yang memfitnah, mohon maaf cantik, jarak kita semakin jauh nantinya," tutur Eko.

Eko menambahkan jika korban sebelum meninggal tidak pernah cerita kepada ayah atau kakaknya mengenai masalah yang dihadapi. Eko menuturkan korban adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan semasa hidupnya tinggal korban menjadi anak piatu karena ibunya meninggal.
 


BERITA TERKAIT