2 Pelaku Curanmor Bersenjata Airsoft Gun Ditembak Kakinya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

2 Pelaku Curanmor Bersenjata Airsoft Gun Ditembak Kakinya

  • 04-10-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2703
2 Pelaku Curanmor Bersenjata Airsoft Gun Ditembak Kakinya Dua pelaku Curanmor bersenjaa airsof gun dilumpuhkan setelah ditembak kakinya oleh petugas.(ist)

Klikapa.com -Dua pelaku pencurian motor (Curanmor) dibekuk Reskrim Polres Malang Kota. Satu dari pelaku yang biasa beropersi dengan menggunakan senjata airsoft gun ditembak kakinya.

Pelaku yang dilumpukan dengan tembakan petugas di kakinya itu berinisial MB, 41, warga Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember.

Sedangkan temannya berinisal ZA, 20, waga Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menyebutkan, tindakan tegas polisi itu merupakan peringatan untuk para pelaku curanmor lain yang ingin menjadikan Kota Malang sebagai sasaran.

Buher, sapaan karibnya menyebutkan pihaknya akan terus melakukan perburuan terhadap pelaku Curanmor.

Sementara Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinto Yudha Riambodo menyebutkan, terakhir kedua pelaku mencuri motor di salah satu rumah korban NS, warga Jalan Kerto Raharjo, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kedua pelaku itu ditangkap saat Anggota Resmob melintas di Jalan Kerto Raharjo sekitar pukul 02.30 WIB.

Petugas ketika itu melihat dua orang laki – laki yang mencurigakan dengan mengendarai sepeda motor Nopol N 3080 YAS.

Benar saja kecurigaan petugas itu terjawan. Tersangka MB menjadi eksekutor pencurian. Sementara, ZA yang mengawasi sekitar. Mengetahui itu petuga seera mengejar kedua pelaku.

''Pengejaran sampai di Jalan Raya Singosari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Anggota kami berhasil memepet salah satu pelaku hingga akhirnya terjatuh,'' terang Tinton saat merilis kasusnya, Senin (4/10/2021).

Saat pelaku akan ditangkap,  seorang mengeluarkan senjata airsoft gun jenis revolver. Petugas yang tidak ingin mengambil risiko segera melumpuhkan dengan tembakan di kakinya.

“Anggota langsung memberikan tindakan tegas terukur (tembak kaki),” terang Tinton.

Akibat perbuatannya tiu, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimum 7 tahun penjara dan pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat Republik Indonesia No. 12 tahun 1951.
 


BERITA TERKAIT