Pemerintah Bakal Tutup Negara yang Tak Membuka Diri untuk Indonensia | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pemerintah Bakal Tutup Negara yang Tak Membuka Diri untuk Indonensia

  • 18-10-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1575
Pemerintah Bakal Tutup Negara yang Tak Membuka Diri untuk Indonensia Pemerintah akan balas negara yang tidak membuka diri untuk Indonesia.(ist)

Klikapa.com -Pemerintah Indonesia akan mengeluarkan negara yang ada di daftar negara yang boleh masuk ke Indonesia melalui Bali, jika negara tersebut belum membuka pintu bagi Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan itu saat pers virtual PPKM, Senin (18/10). Langkah itu diambil sebagai tindakan negara yang tidak komitmen dengan kesepakatan resiprokal.

"Bila mereka belum membuka ke kita, karena kita sepakat resiprokal, mereka pun nanti tidak tertutup kemungkinan akan kita drop (keluarkan) dari lis 19 negara itu,"  Luhut.

Meski begitu Luhut belum mengungkapkan negara mana yang kira-kira belum membuka diri. Lebih lanjut, ia mengatakan penetapan daftar 19 negara yang turisnya boleh masuk ke Indonesia sebelumnya didasari pada standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Terkait daftar 19 negara yang diperbolehkan masuk ke Bali, dapat dijelaskan 19 negara tersebut dipilih mempertimbangkan jumlah kasus dan tingkat positivity rate yang rendah berdasarkan standar WHO," katanya.

Namun pada akhirnya, pemerintah akan turut mempertimbangkan kebijakan dari masing-masing negara apakah mengizinkan warga negaranya masuk ke Indonesia atau tidak. 

Sementara 19 negara yang masuk dalam daftar tersebut, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Selandia Baru.

Selanjutnya Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Liechtenstein. Kemudian, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Luhut menegaskan kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dari pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui rapat terbatas pada hari ini.

"Presiden juga ingatkan kepada kami agar terus melakukan evaluasi setiap minggu agar bisa mitigasi dampak buruk dari pembukaan pintu masuk 19 negara tersebut," jelasnya.

Sebagai informasi, Indonesia telah membuka penerbangan internasional kepada turis asing ke dalam negeri melalui Provinsi Bali dan Kepulauan Riau sejak 14 Oktober lalu.
 


BERITA TERKAIT