Kemenkes Sebut Vaksinasi Boster untuk Non Kesehatan baru Maret 2022 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kemenkes Sebut Vaksinasi Boster untuk Non Kesehatan baru Maret 2022

  • 24-10-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1665
Kemenkes Sebut Vaksinasi Boster untuk Non Kesehatan baru Maret 2022 ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pemberian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster untuk masyarakat non kesehatan akan diberikan paling cepat Maret 2022.

"Vaksin booster tambahan ketiga itu paling cepat Maret 2022, sambil kita menunggu juga uji klinis tentang pemberian vaksinasi dosis ketiga," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Jumat (22/10/2021).

Proyeksi itu setelah melalui pertimbangan seperti masa antibodi vaksin dalam melawan paparan virus corona, hingga hal-hal teknis yang saat ini masih menjadi penelitian dan uji coba global.

Nadia menjelaskan, pemerintah masih harus mempelajari teknis pemberian booster vaksin Covid-19. Seperti interval atau jarak waktu pemberian dosis dua dengan dosis ketiga, hingga penetapan jenis atau merek vaksin yang cocok.

Disebutkan, pemerintah saat ini masih fokus untuk menyelesaikan target sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Ia mengingatkan, proteksi secara kelompok hanya akan terjadi apabila memang mayoritas warga sudah mendapatkan vaksin, lantaran vaksinasi Covid-19 ini tak melulu bersifat individual.

Sementara sesuai data Kemenkes per Kamis (21/10) Pukul 18.00 WIB mencatat 110.931.375 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sedangkan yang rampung menerima dua dosis,  baru 65.600.310.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 53,26 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 31,50 persen.

"Sampai saat ini kita fokus menyelesaikan sasaran vaksinasi dosis 1 dan 2 kepada seluruh target sasaran 208 juta orang. Apalagi negara kita yang cakupan vaksinasinya ini masih 50 persen, jadi masih cukup panjang PR kita untuk mengalahkan Covid-19 ini," ujarnya.
 


BERITA TERKAIT