Tes PCR Akan Diperluas untuk Semua Transportasi Umum. Presiden Mintanya Rp300 Ribu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tes PCR Akan Diperluas untuk Semua Transportasi Umum. Presiden Mintanya Rp300 Ribu

  • 25-10-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1632
Tes PCR Akan Diperluas untuk Semua Transportasi Umum. Presiden Mintanya Rp300 Ribu ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Bukan saja penumpang pesawat yang wajib PCR, pemerintah kini rencanakan seluruh penumpang moda transportasi umum harus mengantongi hasil tes PCR. 

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan cakupan aturan wajib tes PCR bagi penumpang transportasi umum.  Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 pada masa liburan akhir tahun.

“Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lain, selama dalam mengantisipasi periode natal dan tahun baru,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (25/10/2021).

Luhut mengakui, pengalaman di Bali menunjukkan mobilitas masyarakat tetap tinggi kendati telah ada kewajiban tes PCR. Hal ini akhirnya mendorong kenaikan kasus Covid-19.

“Sebagai perbandingan selama natal dan tahun baru, meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, mobilitas tetap meningkat. Dan pada akhirnya mendorong kenaikan kasus,” papar Luhut.

Luhut mengatakan meskipun tidak ada varian Delta yang terdeteksi namun mobilitas yang tinggi pun akan meningkatkan risiko kenaikan kasus Covid-19.

Disisi lain Luhut juga mengatakan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah memerintahkan kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR hingga Rp300 ribu.  

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," terangnya.

Luhut menyampaikan rapat itu juga membahas berbagai kritik soal penerapan PCR saat kasus melandai. Dia menegaskan kebijakan wajib tes PCR untuk penerbangan tetap diterapkan guna mencegah lonjakan kasus.

Dia menjelaskan saat ini mobilitas masyarakat sudah meningkat. Ia mencontohkan mobilitas di Provinsi Bali saat ini sudah sama dengan musim libur akhir tahun lalu.

"Kita belajar dari banyak negara yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan, kemudian kasusnya meningkat pesat meskipun tingkat vaksinasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia," tuturnya.
 


BERITA TERKAIT