Begini Kronologi Kasus Penganiayaan di Jalan Merbabu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Begini Kronologi Kasus Penganiayaan di Jalan Merbabu

Begini Kronologi Kasus Penganiayaan di Jalan Merbabu Pelaku pengeroyokan yang dirilis kasusnya oleh Satreskrim Polres Malang Kota.(ist)

Klikapa.com- Empat pelaku pengeroyokan di Jalan Merbabu Kota Malang telah ditangkap polisi. Motifnya, para pelaku curiga teman perempuannya dicabuli korban sehari sebelumnya. 

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat merilis kasus ini, Senin (29/11/2021), menyebutkan kejadiannya berawal Jumat (19/11) sekitar pukul 20.30. 

Disebutkan, saat itu korban, SW, 23, warga Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang bertemu teman perempuannya berinisial LN di sebuah kafe. Setelah ngobrol, pertemuan dilanjut ke sebuah tempat hiburan malam di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. 

LN yang akhirnya tidak sadarkan diri, diantarkan korban pulang. Keesokan harinya LN curiga jika korban telah mencabulinya. Hingga akhirnya terjadi pengeroyokan yang sempat viral di media sosial itu.

"Keesokan harinya, LN menghubungi korban untuk minta dijemput di sebuah Mall dan minta diantarkan ke Taman Nivea Jalan Merbabu Kecamatan Klojen. LN mencurigai korban telah mencabulinya,” terang Tinton.

Sekitar pukul 21.30 mereka sampai di lokasi. Ternyata teman-teman LN sudah ada di TKP hingga membuat korban tidak nyaman. LN lantas menuduh korban telah mencabulinya. 

“Ketika ditanya oleh LN, SW tidak menjawab dan langsung tancap gas mobilnya. Akhirnya LN menarik tuas hand rem mobil,” ujarnya.

Saat mobil berhenti, teman-teman LN langsung menghampiri. Mereka menarik korban keluar mobil. Selanjutnya korban dipukuli dan ditendang tubuh serta kepalanya. 

Akibatya korban babak belur dan mengalami luka memar di kepala serta badan. Termasuk pendarahan di hidung dan bibirnya.

Pengeroyokan baru berhenti setelah anggota Sabhara Polresta Malang Kota tiba di lokasi. Kedatangan petugas usai mendapat laporan masyarakat melalui aplikasi Jogo Malang. 

Tersangka Christian Viari mengaku terbawa suasana dan spontanitas saat memukuli korban. Dari awal dirinya hanya ingin meluruskan permasalah antara LN dan SW. 

"Memang spontan saja waktu itu, karena mendapat informasi teman perempuan kami (LN) dicabuli seseorang. Saat diajak berbicara baik-baik malah kabur, membuat kami emosi dan reflek memukulinya," jelas


BERITA TERKAIT