PUPR: Bangun Jembangan Gladak Perak Butuh Waktu Setahun Total Biaya Rp100 Miliar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PUPR: Bangun Jembangan Gladak Perak Butuh Waktu Setahun Total Biaya Rp100 Miliar

  • 08-12-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :909
PUPR: Bangun Jembangan Gladak Perak Butuh Waktu Setahun Total Biaya Rp100 Miliar Jembatan Gladak Perak di Kabupaten Lumajang sebelum diterjang erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12). (ist)

Klikapa.com -Dibutuhkan waktu selama setahun untuk melakukan pembangunan kembali Jembatan Gladak Perak yang ambruk akibat erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12) lalu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyebutkan hal itu, juga memperkirakan total anggaran yang dibutuhkan total sekitar Rp100 miliar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakannya waktu dan kebutuhan anggaran itu diperlukan karena kerusakan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Malang itu parah.

Pondasi penopang dari bawah sudah terkikis oleh terjangan lahar dingin, ditambah dengan pengaruh awan panas guguran Gunung Semeru.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan konstruksi ulang struktur bangunan jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang itu agar nantinya tidak bergantung pada pondasi bawah.

"Nanti akan kami ganti, konstruksinya akan dibalik. Ini runtuhnya kan bangunan bawah jadi kami nanti tidak akan gunakan pondasi di bawah, tapi sifatnya nanti melengkung ke atas," tuturnya usai memantau bekas runtuhan Gladak Perak, Selasa (7/12) seperti dikutip antara.

Ia menjelaskan untuk lokasi, panjang dan lebar bangunan jembatan Gladak Perak akan sama seperti yang sebelumnya.

"Untuk titiknya tetap, bentangannya relatif sama, kecuali ada kebutuhan yang lain nantinya," katanya.

Saat ini pihaknya telah melakukan perencanaan untuk membuat jembatan sementara agar semua proses penyaluran bantuan dan mobilitas warga bisa berjalan lancar.

Jembatan Gladak Perak, merupakan jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang di wilayah Selatan.  Jembatan  ini sebenarnya ada dua. Lama dan baru. 

Baik yang lama maun yang baru membentang di atas aliran lahar dari Gunung Semeru yang mengarah ke laut Selatan Jawa. Jembatan lama dengan konstruksi baja sudah tidak difungsiskan dan sering telah dibangunnya jembatan baru di sisi selatannya. 

Jembatan lama dibangun pada masa Belanda yang membentang sekitar 100 meter dengan lebat jalan 4 meter. Sedangkan baru dibangun sekitar tahun 1998, membentang hampir 200 meter dengan lebar


BERITA TERKAIT