Sembilan Fakta Tentang Pasar Besar Di Balik Kebakaran

  • 2016-05-26
  • Editor :junaedi
  • dibaca :38541
Sembilan Fakta Tentang Pasar Besar Di Balik Kebakaran Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api di dalam Pasar Besar Malang (ipung)

MALANG-Pasar Besar Kota Malang Kamis dini hari (26/5) tadi kembali terbakar. Tentu saja, itu membuat heboh warga berpenduduk hampir sejuta jiwa ini. Maklum selain pasar ini berada di jantung kota juga menjadi tolok ukur harga-harga komuditas di kota pelajar ini. Di balik semua itu ada fakta menarik dari kebakaran itu.

1.Pasar yang dibangun di zaman Belanda dan sudah mengalami metamorfosa bentuk ini, pertama kali terbakar di tahun 1984. Kala itu, juga terjadi di dini hari. Api yang terus membesar baru bisa dijinakkan menjelang sore. Kebakaran di pasar seluas kurang lebih satu

hektare itu, hanguskan tiga dari delapan los pasar. Wali Kota Malang kala itu Letkol dr Tom Uripan menyebutkan peristiwa terburuk di pasar ini. Api diketahui dari kompor milik salah satu warung yang di dekat toko Santoso. Toko ini terkenal dengan komoditas barang-barang rumah tangga. Api kala itu cepat membesar karena pemadam kebakaran kesulitan mendapatkan pasokan air.

2.Setelah kebakaran itu, di tahun 1990 Pasar yang menampung (saat itu) empat ribu pedagang lebih itu, dibangun. Pemkot bekerjasama dengan PT Surya Furtuna, menghasilkan kesempatan sharing profit atau bagi hasil keuntungan. Seluruh pedagang masuk kembali di pasar besar 'baru' dengan sistem kredit lunak lewat bank Panin untuk mendapatkan kios, toko dan lapak.

3.Kala pedagang masuk pasar, mendapatkan jatah toko, kios dan lapan di lantai satu dan dua. Sedangkan lantai tiga full digunakan parkir dan Matahari Departemen Store. Pedagan pasar dijanjikan akan memperoleh fasilitas moderen. Pasar yang bersih dan tidak kumuh, lantai keramik bak Mall dan memiliki sistem anti kebakaran yang canggih. Hydaran pun dibangun di pasar itu tidak lebih dari 12 unit. Pengelolaan pasar pun beda. Tidak berada di bawa kendalai dinas pasar, melainkan dibentuk badan baru yang disebut Badan Pengelolaan Pembangunan Modal Daerah (BPPMD).

4.Sistem benar berubah. Aset pasar termasuk pedagang tetap dalam pengelolaan dinas pasar plus retribusinya. Sementara kerja sama dengan pihak swasta yang menyangkut pengelolaan gedung, parkir, listrik cadangan, genset, kamar mandi, menjadi tanggung jawan BPPMD.

5.Sebuah pikup yang diparkir di latai empat, terjun ke lantai dasar pasar ini. Kala itu terjadi di pagi hari, saat para pedagang beraktifitas. Bangunan pasar yang memang 'berongga' di bagian tengah hingga lantai perparkiran atas. Mobil itu menimpa warung yang bersebelahan dengan toko Santoso. Satu orang tewas kala

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga