Sembilan Fakta Tentang Pasar Besar Di Balik Kebakaran

  • 2016-05-26
  • Editor :junaedi
  • dibaca :42706
Sembilan Fakta Tentang Pasar Besar Di Balik Kebakaran Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api di dalam Pasar Besar Malang (ipung)

berubah. Aset pasar termasuk pedagang tetap dalam pengelolaan dinas pasar plus retribusinya. Sementara kerja sama dengan pihak swasta yang menyangkut pengelolaan gedung, parkir, listrik cadangan, genset, kamar mandi, menjadi tanggung jawan BPPMD.

5.Sebuah pikup yang diparkir di latai empat, terjun ke lantai dasar pasar ini. Kala itu terjadi di pagi hari, saat para pedagang beraktifitas. Bangunan pasar yang memang 'berongga' di bagian tengah hingga lantai perparkiran atas. Mobil itu menimpa warung yang bersebelahan dengan toko Santoso. Satu orang tewas kala itu.

6.Setelah 13 tahun pasar itu berjalan, tepatnya tahun 2003 pasar ternyata terbakar. Namun yang terbakar  hanya seluruh lantai tiga yang dihuni Matahari Departemen Store. Lantai tiga yang nota bene memiliki sistem anti kebakaran dengan peringatan dini itu, lumpuh kala itu. Hydran yang sebegitu banyak juga tidak maksimal. Terjadinya kebakaran juga tengah malam seluruh isi pertokoan moderen itu lenyap. Api baru padam menjelang sore hari. Dalam musibah itu pasar tradisional yang berada di lantai satu dan dua, relatif aman tidak sampai tersentuh api. Penyebab kebakaran terungkap dari korsleting listrik di salah satu kasir yang letaknya persis di atas toko Santoso.

7.Setahun setelah itu, seluruh pasar berfungsi kembali. Tapi wajah pasar sudah berubah total. Pasar yang tadinya dijanjikan moderen dan bersih berubah sebaliknya. BPPMD pun dibubarkan seluruh pengelolan pasar kembali ke dinas pasar. Jumlah pasar membludak sampai trotoar jalan. sementara di dalam khususnya lantai satu dan dua sangat pengap dan penuh sesak pedangang. Lantai keramik juga berubah menjadi lantai yang kotor, tidak terawat. Sementara sampah tidak jarang menumpuk di sana-sini karena lambat diangkut.

 

8.Kebakaran kembali terjadi. Tepatnya  tanggal 1 Desember 2014. Dua toko kain yang lagi-lagi tidak jauh dari toko Santoso terbakar di pagi hari. Namun lantaran dua toko itu relatif dekat dengan jalan raya sehingga gampang dipadamkan dengan cepat. Tetapi sedikitnya, kebakaran yang diduga juga dari korsleting listrik itu, menghabiskan barang dagangan hampir satu miliar.


9.Kini di tahun 2016 pasar ini, tepatnya Kamis (26/5) kembali terbakar. Spekulasi banyak menyebutkan kebakaran akibat korsleting listrik. Lepas dari itu yang terbakar pun di areal yang terbakar di tengah pasar. Pun tidak jauh dari toko Santoso. Samping kiri kanan depan toko ini ludes. Hanya sedikit berubah, kebakaran ini merembet ke deretan toko dan kios di sebelah barat. Maklum di tempat itu banyak berjualan kain dan pakaian jadi. Kejadian kebakaran pun diri hari.

Berita Terkait

Baca Juga