Siaga karena Musim Lebaran Dibayangi Bahaya La Nina

  • 2016-07-04
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1904
Siaga karena Musim Lebaran Dibayangi Bahaya La Nina Anggota PMI Kabupaten Malang mulai siaga di musim Lebaran

MALANG – Kewaspadaan tinggi, dilakukan PMI Kabupaten Malang dalam mengantisipasi bencana alam maupun kecelakaan lalu lintas selama libur panjang Idul Fitri tahun ini. Berkait itu, mereka pun Senin (4/7) siang melakukan apel kesiagaan diteruskan memberangkatkan 50 persinil relawan PMI untuk PAM Lebaran.

Pemberangkatan itu berlangsung di Markas PMI Jalan Raya Pakisaji, Kabupaten Malang. Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto mengecek kesiapan anggota termasuk peralatan pendukung.

Peralatan pendukung itu terdiri dari tandu, tenda, obat-obatan, perlengkapan medis, perahu, peralatan selam dan gergaji listrik. Enam unit mobil ambulance juga disiapkan.

“Selain 50 petugas yang diberangkatkan ini, seluruh anggota PMI tingkat kecamatan juga kami instruksikan tetap siaga,” ujar Aprillijanto.

Disebutkan, yang patut diwaspadai selama libur lebaran, tak lain tingginya angka kecelakaan lalulintas. Baik itu kecalakaan di darat, maupun di perairan laut selatan. Disisi lain, masih ada potensi terjadi bencama alam di wilayah kabupaten Malang.

Terlebih fenoemna alam La Nina, diprediksi mulai meningkat pada Juli ini. “Banjir bandang, angin putting beliung dan tanah longsor bisa sewaktu-waktu terjadi. Apalagi cuaca masih sulit diprediksi, yang mulanya panas tiba-tiba terjadi hujan deras, menjadikan kami harus bersiaga 24 jam tiap harinya,” terangnya.

Demikian pula dengan kecelakaan laut, juga sering terjadi di kawasan obyek wisata pantai, mulai dari terbawa ombak, wisatawan tak bisa berenang. “Untuk pengamanan areal pantai, kami siapkan tim Sibat PMI disertai perlengkapannya mulai dari perahu boat, perahu karet dan peralatan selam,” tegasnya.

Dia mengimbau agar masyarakat dan wisatawan, lebih berhati-hati lagi sekaligus mentaati peraturan selama menikmati wisata pantai.“Kalau ada larangan untuk berengan lantaran ombak ganas, harus dipatuhi. Hal itu demi keselamatan wisawatan itu sendiri,”

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga