Peras PJTKI, Dua Anggota LSM Dibekuk Polisi | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Peras PJTKI, Dua Anggota LSM Dibekuk Polisi

  • 2016-12-27 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1708
Peras PJTKI, Dua Anggota LSM Dibekuk Polisi Muhammad Ridwan dan Andi Feri, tersangka pemeras pemilik salah satu PJTKI di Malang.

MALANG- Dua anggota LSM Presidium Reclasseering Indonesia Badan Peserta Hukum Untuk Negara dan Masyarakat, ditangkap aparat Polsekta Lowokwaru, Kota Malang. Mereka adalah Muhammad Ridwan, 47, warga Jalan Kali Anyar, Wonokoyo, Kedungkandang dan Andi Feri, 42, warga Perum Pondok Rindang, Desa Glanggang, Pakisaji.

Keduanya ditangkap setelah dilaporkan melakukan pemerasan kepada Maya Kristina, 30, bos salah satu PJTKI di Malang. Warga Jalan Slamet Riyadi Malang ini mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada Muhammad Ridwan dan Andi Feri.

Mereka ditangkap usai menerima uang tersebut di Rumah Makan Ayam Lodho, Jalan Sulawesi, Malang. Kanitreskrim Polsekta Lowokwaru, Ipda

Didik Arifianto menyebut pemerasan diawali dari keluhan TKW yang diberangkatkan Maya ke Singapura sebagai PRT.

“Dari pengakuan korban, ada wanita yang diberangkatkan ke Singapura tapi tidak kerasan dan minta pulang. Si wanita lapor Wijiono, suaminya meminta Maya untuk memulangkannya ke Indonesia lagi,” kata Didik kemarin.

Wijiono, pria asal Sumbermanjing Wetan itu pun menemui Maya dan meminta agar memulangkan istrinya ke Indonesia. Namun, Maya menyebutkan butuh waktu satu bulan sebelum bisa dipulangkan ke Indonesia karena sudah menandatangani kontrak.

Merasa tidak terpenuhi keinginannya, Wijiono bercerita kepada Muhammad Ridwan, satu dari dua tersangka pemerasan. Ridwan lalu mengajak Andi Feri untuk memainkan peran dalam proses pemerasan terhadap Maya.

Ridwan mengancam akan melaporkannya ke polisi, bila tidak memulangkan istri Wijiono ke Indonesia. Sedangkan, Andi Feri, menjadi pihak yang mendekati Maya agar mau membayar Ridwan. Andi Feri merayu Maya agar membayar Ridwan daripada urusannya panjang.

“Tersangka meminta Rp 50 juta dari korban. Akhirnya disepakati Rp 25 juta,” kata Didik. Jumat (16/12),

Maya menemui dua tersangka dan memberikan uang muka sejumlah Rp 3 juta. Setelah membayar uang ini, Maya lalu lapor kepada Polsekta Lowokwaru dan melaporkan pemerasan itu.

Polisi bekerjasama dengan korban, menyusun rencana tangkap tangan dua tersangka. Maya membuat janji ketemu lagi dengan dua tersangka di Rumah Makan Ayam Lodho Jalan Sulawesi. Saat bertemu dengan tersangka, Maya memberi Rp 6 juta.

Ketika dua tersangka menerima uang ini, polisi langsung melakukan penangkapan. Ridwan, salah satu tersangka, mengaku dia dan Feri memakai uang Rp 3 juta yang diterima kali pertama dari Maya, untuk kepentingan pribadi. “Saya Rp 1,1 juta, Feri Rp 1,2 juta, sisanya dipakai sewa mobil,” ujarnya. (fin/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga