Perburuan Aset KSU Montana Dimulai | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Perburuan Aset KSU Montana Dimulai

Perburuan Aset KSU Montana Dimulai Roy Subandono

MALANG- Kepailitan KSU Montana Hotel sudah tidak bisa ditawar lagi,  Minggu ini, perburuan terhadap aset-aset milik koperasi itu dimulai. Tidak hanya terhadap tanah dan bangunan milik koperasi yang masih memiliki sekretariat di Jalan Kahuripan 9 Malang tersebut.

Namun juga pendataan siapa saja yang memiliki utang ke koperasi tersebut. “Saya belum tahu berapa semua total asetnya,” kata Roy Subandono, SH, kuasa hukum Deana Widjaja, salah satu nasabah yang juga pemohon pailit koperasi tersebut.

Namun yang sudah terlihat jelas, yakni utang 700 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang yang mencapai Rp 31 miliar. Ditambah dengan utang jatuh tempo nasabah lain, diperkirakan sekitar Rp 20 miliar.

“Nanti kurator yang bisa melihat berapa aset yang dimiliki KSU Montana Hotel. Termasuk harta milik pengurus koperasi akan disita, kalau asetnya tidak cukup untuk membayar utang para nasabahnya,” urai advokat ini.

“Pasti akan dikejar kemana saja larinya aset kalau memang ada dugaan penyelewengan di sana. Yang harus diketahui, koperasi bukanlah lembaga perbankan. Jadi, pengurus harus bertanggungjawab kepada anggotanya,” tegasnya lagi.

Berkaitan dengan harta pribadi pengurus, kurator juga berhak untuk mengajukan pemblokiran semua rekening milik pengurus KSU Montana Hotel. Informasi yang didapat Malang Post, kurator dari  Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya datang ke Malang dalam minggu ini.

“Sebenarnya, tim kurator yang ditunjuk oleh hakim pengawas, sudah mendapat data banyak tentang aset-aset milik koperasi ini,” tutur sumber terpercaya di lingkungan PN Niaga Surabaya, kemarin. Langlah awal, tim akan mencari pembukuan yang ada di koperasi ini.

“Kalau kesulitan, pasti mereka akan minta bantuan ke akuntan publik. Fungsinya untuk lebih memudahkan dalam mencari semua aset yang masih ada ataupun mungkin sudah berpindah tangan. Jadi, jangan coba-coba digelapkan pembukuannya. Kurator bisa mempidanakan nanti,” tutup sumber yang minta dirahasiakan namanya ini.

Sebelumnya, BHP Surabaya mengumumkan rapat kreditur pertama kreditur Koperasi Montana


BERITA TERKAIT