Aset Koperasi Tak Signifikan

Aset Koperasi Tak Signifikan BERTEMU: Ketua BHP Surabaya, Dulyono bertemu degan manager cabang dinoyo KSU Montana Hotel, Iin

MALANG- Tim kurator dari Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya, akhirnya mendatangi kantor KSU Montana Hotel, Senin (6/2). Tim dipimpin langsung Ketua BHP Surabaya, Dulyono. Awalnya, mereka mendatangi kantor lama koperasi itu di Hotel Sahid Montana, Jalan Kahuripan 9 Malang.

 

Namun, hanya 15 menit di sana, tim yang naik mobil Toyota Innova W 419 PP itu melaju ke kantor cabang KSU Montana Hotel, di ruko Jalan Mayjen Haryono Malang. Di sana, para kurator itu ditemui Iin, manager cabang koperasi tersebut. "Kami sudah temukan beberapa berkas koperasi," kata Dulyono.

Kepada Malang Post, ia mengatakan pailit koperasi memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibanding pailit lain karena terkait dengan mekanisme pinjaman koperasi. "Berbeda dengan bank, deposan menanam modal dan dipijamkan  kepada nasabah," terangnya. Jadi, lanjut dia, tidak mudah menguasai aset karena tidak ada aset koperasi yang signifikan.

 

Untuk mencari aset ini, kurator dapat info dari para kreditur. "Jadi tidak dapat dipastikan kapan selesainya. Bisa setahun  atau  dua tahun. Yang penting, kurator mendata semua apa yang ada di kantor KSU Montana Hotel," urai pria ramah ini. Dalam proses ini, peran kurator sangat besar.

"Sebagai upaya untuk mengamankan aset pailit, kurator berwenang untuk mengajukan pemblokiran rekening debitur termasuk pengurus," tegas Dulyono. Rencananya, Selasa (7/2) kurator akan bertemu dengan Dewi Maria, Ketua KSU Montana Hotel.

 

Terkait pinjaman yang dilakukan 700-an ASN Pemkot Malang, paparnya, kurator harus melihat buktinya, apakah benar ada pinjaman kepada 700 ASN tersebut. "Data tersebut akan kurator gali melalui keterangan debitur dan kurator tentu akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Malang dan Bank Jatim, jika gaji dibayarkan melalui Bank Jatim," pungkas dia. (mar/han)

Berita Terkait

Baca Juga