Rekening Pengurus dan Koperasi Diblokir

Rekening Pengurus dan Koperasi Diblokir Ketua BHP Surabaya Dulyono Berdiskusi dengan Roy Subandono, kuasa hukum pemohon pailit di kantor cabang KSU Montana Hotel Jalan Danau Toba.

MALANG - Dua hari mencari aset-aset KSU Montana Hotel, tim kurator Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya, mengaku menemukan beberapa catatan aset dari tiga kantor koperasi tersebut.

Selasa (7/2) dua kantor cabang di ruko Jalan Danau Toba, Sawojajar, Malang dan ruko Jalan Ciliwung Malang. Mereka juga bertemu dengan Ketua KSU Montana Hotel, Dewi Maria saat melakukan pendataan di ruko Jalan Ciliwung.

Ketua BHP Surabaya, Dulyono memaparkan meski dibawah kepemimpinan berbeda, tiga kantor cabang koperasi itu merupakan satu kesatuan aset pailit KSU Montana Hotel. “Kami melihat perkembangan sejauh ini debitur cukup koperatif,” terangnya.

Meski dianggap kooperatif, ia menegaskan bila pihaknya sudah melayangkan pemblokiran sementara atas rekening atas nama KSU Montana Hotel, termasuk rekening pengurusnya. “Sudah kami layangkan pemblokiran sementara itu, ke beberapa bank di Malang,” ucap dia.

Apalagi dalam kepailitan, kurator sudah memiliki hak kewenangan penuh terhadap debitur sejak  sejak putusan pailit diucapkan. “Data aset belum seluruhnya kami dapat karena kurator tidak terpaku hasil kerja dua hari. Ada tahapan berikutnya,” tegas dia.

Namun kurator terbuka kepada kreditur yang memberikan informasi terkait aset milik KSU Montana Hotel dimanapun. “Pasti kami data dan datangi. Informasi kreditur atau pemodal tetap dibutuhkan karena pengetahuan keberadaan aset terbatas,” tambah Dulyono.

Pria yang bekerja penuh kehati-hatian ini menyatakan, tidak semua debitur menyampaikan semua data. “Tapi mudah-mudahan dalam kepailitan KSU Montana Hotel ini, debitur tetap kooperatif dalam memberikan data pasiva atau aktiva kepada kami,” katanya lagi.

Dulyono berharap pengurus koperasi tetap melakukan janjinya, yakni mengirimkan semua berkas ataupun pembukuan KSU Montana Hotel, dua hari ini atau sebelum rapat kreditur pertama digelar Senin (13/2) ) pukul 09.00 di ruang rapat kreditur PN Niaga, Jalan Raya Arjuno 16 - 18 Surabaya.

Pria ini mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan menggunakan jasa audit bila diperlukan karena kurator diakui memiliki pemahaman yang

Berita Terkait

Baca Juga