Jangan Lakukan Skip Challenge Bisa Rusak Sel Otak dan Berujung Kematian

  • 2017-03-10 penulis : Dewi Yuhana
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2988
Jangan Lakukan Skip Challenge Bisa Rusak Sel Otak dan Berujung Kematian Skip Challenge adalah permainan menekan dada dengan keras hingga anak pingsan dan kejang.

MALANG- Permainan menantang di kalangan pelajar yang kini sedang menjadi perhatian, ternyata sangat berbahaya. Permainan yang dijuluki Skip Challenge itu dinilai Dekan FK UB, Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes bisa berujung kepada kerusakan sel otak dan bahkan kematian.

Skip Challenge tegasnya sangat berbahaya. Pasalnya, dengan menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu akan menjadikan seseorang kejang dan pingsan.

“Oksigen ke otak terhambat dan sangat berbahaya jika ada yang melakukan Skip Challenge terus menerus. Sebab dapat berakibat pada rusaknya sel otak dan menyebabkan kematian,”  katanya mengingatkan.

Lebih lanjut, dia mengimbau agar Skip Challenge harus segera

dihentikan. Permainan tersebut tidak memiliki manfaat sama sekali, berbahaya dan berisiko tinggi. “Sebelum ada korban, saya harap Skip Challenge dihentikan saja. Kiranya orangtua juga bisa segera memberikan perhatian kepada anaknya,” tambahnya.

Dia pun juga menyebut fenomena ini, segera mendapat perhatian. Karenanya pihaknya pun segera melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah akan bahayanya permainan ini.

“Kami akan adakan penyuluhan sesegera mungkin sebelum adanya korban. Mungkin di minggu-minggu ini,” tandasnya

Saat ini. Skip Challenge sedang ramai beredar video di Instagram dengan hastag #SkipChallenge atau #PassOutChallenger. Isinya, permainan atau tantangan yang dilakukan para pelajar. Caranya dengan menekan dada teman sekeras-kerasnya selama beberapa saat. Kondisi itu menyebabkan anak kejang dan pingsan.

Anak tersebut akan sadar beberapa saat kemudian, diiringi sorakan dan tawa teman-temannya. Sekilas terlihat fun dan menyenangkan, tapi sebenarnya membahayakan.
 
Permainan yang sedang ngehits di kalangan remaja itu disukai karena menegangkan. Makanya, banyak video aksi seperti itu yang diposting dan menjadi viral. Namun beredarnya video tersebut memberikan kecemasan tersendiri bagi orangtua siswa.

Seperti dituturkan Rina Rosita Budi, yang sangat khawatir jika aksi tersebut ditiru anaknya. Karena itu, wanita yang sehari-hari bekerja sebagai bankir tersebut, langsung memberi peringatan kepada anaknya agar tidak melakukan tantangan berbahaya tersebut.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga