Pekerja Bengkel Ini Tewas Tersengat Listrik saat Menggunakan Bor

  • 2017-08-14 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1589
Pekerja Bengkel Ini Tewas Tersengat Listrik saat Menggunakan Bor Jenazah korban yang ditemukan tergeletak di dalam bengkel lasnya dan mesin bor listrik yang diamankan sebagai barang bukti.

MALANG-Apes dialami Budianto, 34 , warga Dusun Sumberkerto, Desa Plaosan, Wonosari, Kabupaten Malang.  Ia meninggal dunia di dalam bengkel las miliknya di Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Wonosari. Dugaannya karena tersengat aliran listrik dari mesin bor.

"Dari hasil olah TKP tidak ada tanda kekerasan dan unsur kesengajaan. Korban meninggal dunia murni karena tersengat listrik," ujar Kanitreskrim Polsek Wonosari, Aiptu Iqomatul Huda, Senin (14/8/2017).

Diperoleh keterangan, korban selama ini diketahui memiliki usaha bengkel las. Biasanya korban bekerja dengan karyawannya. Namun karena hari Minggu, ia bekerja sendirian.

Saat di dalam bengkel itu, korban mengerjakan pesanan dengan menggunakan mesin bor. Entah bagaimana ceritanya, ketika mesin bor mau digunakan tiba-tiba terjadi arus pendek. Seketika korban pun tersengat dan menggepar.

Nahasnya, kejadian ini tidak ada yang melihat. Korban pun yang tidak tertolong dan ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kodisi terngkurap. Mata bor yang digunakan tertancap pada lutut kaki kanannya.

Kali pertama yang mengetahui adalah Kiyan, 11 , warga sekitar yang saat itu bermain ke bengkel korban. Saksi saat itu melihat korban dalam kondisi tengkurap. Awalnya mengira korban sedang tidur, akhirnya ditinggal pergi.

Selang beberapa jam kemudian, saksi kembali ke bengkel namun posisinya tidak berubah. Akhirnya Kiyan memberitahu Sawiyah, 60. Selanjutnya mereka berdua menghampiri korban untuk mengecek kondisinya.

Saat itulah diketahui kalau korban sudah meninggal dunia. Tubuh korban masih dialiri listrik. Saksi lantas berteriak minta tolong hingga mengundang kedatangan warga sekitar.

Lantaran menganggap kematiannya tidak wajar, warga lantas melaporkan ke petugas Polsek Wonosari. "Jenazahnya hanya kami mintakan visum luar di Puskesmas. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, karena menerim kematiannya sebagai musibah," tutur mantan Kanitreskrim Polsek Pagelaran ini.(agp/jon)

Berita Terkait

Baca Juga