Stop, Jangan Olesi Odol saat Terkena Luka Bakar

Stop, Jangan Olesi Odol saat Terkena Luka Bakar ilustrasi odol.

Ketika kita melihat ada seseorang yang bagian tubuhnya terluka bakar atau tersiram air panas, kebanyakan masyarakat memilih melakukan penanganan awal dengan mengoleskan odol atau pun kecap pada bagian tubuh yang terluka bakar.

Hal ini sering terjadi lantaran banyak orang termakan isu, bahwa odol atau kecap bisa mendinginkan luka bakar. Selain itu ada anggapan luka yang diolesi odol maupun kecap ini bisa mematikan bakteri berbahaya.

Mereka beranggapan juga, pengolesan odol atau pun kecap ini bisa dengan segera mengeringkan luka bakar, sehingga banyak orang yang langsung mengoleskan odol atau pun kecap ditubuh yang terbakar.

Hal ini dibantah oleh Kabid Operasional, Dinas Penanggulangan Kebakaran Pemkot Batu, Santoso Wardoyo.

"Masyarakat banyak yang termakan isu, bahwa dengan mengoleskan odol atau pun kecap akan cepat menyembuhkan luka bakar. Pemahaman masyarakat itu salah besar," ujarnya.

Menurutnya pemberian odol atau pun kecap tidak membantu menyembuhkan, malah bisa mengakibatkan dehidrasi pada kulit atau organ yang terbakar. Bahkan pengolesan ini akan meninggalkan bekas di tubuh, karena jaringan kulit rusak. 

Sebaiknya, jika ada anggota tubuh yang terbakar, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mengguyur air sekitar sepuluh menit.

"Bukan direndam dalam air lho, air harus mengalir, anggota tubuh yang terbakar malah tidak boleh direndam menggunakan air," ujarnya. 

Pengguyuran air ini dilakukan untuk menetralisir efek dehidrasi yang berlebihan pada kulit yang luka bakar. Sebab apabila kulit terkena api, maka cairan tubuh akan berkumpul di luka bakar. 

"Hal ini yang menyebabkan terjadi benjolan berisi cairan. Benjolan yang berisi cairan ini tidak boleh dipecahkan sendiri, lebih baik dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," tukas alumni STPDN ini.

Jika dipecah sendiri,

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga