Teluk Asmara, Surga Tersembunyi di Pantai Selatan

Teluk Asmara, Surga Tersembunyi di Pantai Selatan Pintu masuk Teluk Asmara. (foto: Firman/Malang Post)

Malang-Destinasi wisata Malang Raya memang memiliki tempat-tempat indah yang masih tersembunyi di tengah hutan belantara. Tepat sekitar kurang lebih 1.850 meter dari Jalur Lintas Selatan (JLS) sebuah potensi alam pantai cantik nan indah bernama Teluk Asmara.

Teluk Asmara belum lama dibuka kepada publik. Sebelumnya kawasan ini belum terjamah alias belum tereksplor keindahannya. Kaur Humas Perum Perhutani KPH Malang, Gatot Sulis Wardoyo menjelaskan bahwa Teluk Asmara merupakan surga tersembunyi di Kabupaten Malang. Dan berbentuk unik, maka dari itu dinamakan Teluk Asmara.

“Dinamakan begitu karena tempat ini merupakan teluk yang memiliki pantai-pantai lainnya yang

jika dilihat dari sisi tertentu membentuk seperti jantung atau simbol asmara,” ungkap Gatot saat ditemui Malang Post (induk Klikapa.com) belum lama ini.

Ia menerangkan, terdapat dua pantai yang berada di kawasan Teluk Asmara tersebut. Di antaranya adalah Pantai Sumenggung dan Pantai Bangsong. Teluk Asmara dengan dua pantainya ini tergolong pantai yang tidak berisiko tinggi.

Arus ombak yang ada di kawasan Teluk Asmara tidak membahayakan, karena secara alami Teluk Asmara memiliki pemecah gelombang.

“Pemecah gelombang alami itu adalah sebuah batu besar menyerupai pulau kecil yang berada di tengah” jelas Gatot.

Teluk Asmara juga memiliki kejernihan air yang sangat indah dipandang. Jika dilihat dari kejauhan warna air teluk ini berwarna biru muda dan biru laut secara bersamaan.

Selain itu, Gatot meneruskan Teluk Asmara tidak hanya akan menawarkan keindahan panorama dan pantai saja. Saat tim Perhutani menelisik lebih jauh, Teluk Asmara memiliki potensi sebagai tempat konservasi penyu.

“Ternyata warga sekitar dulunya sudah membuat kolam-kolam sendiri secara ilegal. Itu dibuat dan dibisniskan sebagai kolam pancing. Kita tidak serta merta langsung menghalau kegiatan ini karena tidak berizin. Tapi akan kami berdayakan dengan hal lain,” tutur mantan anggota Tim SAR ini.

Kolam pancing buatan warga sekitar yang tidak memiliki izin tersebut akan diubah sebagai tempat konservasi penyu. Pengolah kolam pancing akan dijadikan pengolah kolam konservasi penyu tersebut, dalam perkembangannya.

Menurut Gatot, hal tersebut sangatlah diperlukan. Pasalnya, konservasi binatang laut masih tergolong minim jumlahnya di wilayah Perum Perhutani Malang.

“Karena nanti akan ada kawasan konservasi, pengunjung area Teluk Asmara akan dibatasi,” papar Gatot,

Pembatasan pengunjung dilakukan sama halnya seperti kawasan wisata Pantai Tiga Warna. Hal ini dilakukan karena tempat konservasi membutuhkan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga