Kebakaran Pabrik Tempe yang Menewaskan Lima Orang, Indikasinya dari Korsleting Listrik | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kebakaran Pabrik Tempe yang Menewaskan Lima Orang, Indikasinya dari Korsleting Listrik

  • 2017-10-05 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :5510
Kebakaran Pabrik Tempe yang Menewaskan Lima Orang, Indikasinya dari Korsleting Listrik Tim Labfor Polda Jatim ketika melakukan olah TKP di pabrik kripik Tempe yang terbakar.(ipunk)

MALANG – Empat orang penyidik forensik Polda pagi hingga siang tadi, Kamis (5/10/2017) telah melakukan olah TKP s TKP kebakaran pabrik kripik tempe yang menewaskan lima orang pekerjanya. Setelah memeriksa dengan teliti, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari puing-puing pabrik milik Samuel Trisnawan itu.
 

“Tim forensik Polda Jatim, didampingi Reskrim Makota, melakukan olah TKP selama kurang lebih tiga jam,” kata Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi Purnomo kepada wartawan, siang tadi.

Olah TKP itu dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Tim Labfor juga didampingi Kasatreskrim anggota reserse dan Kanit Inafis Ipda Subandi. Mereka melakukan beberapa kegiatan, antara lain mengambil foto lokasi ledakan dan kebakaran.

Selain menggambar skema letak jenazah di dalam lokasi. Setelah itu, wawancara terhadap empat saksi juga dilakukan

 “Tim forensik mewawancarai dan meminta keterangan empat saksi,” ungkap Heru.

Empat orang saksi tersebut, yakni pemilik pabrik Samuel Trisnawan 68 tahun, Taufik dan Yudi korban selamat dari ledakan, serta Ponidi, 51, Ketua RT 05 RW 05 Dukuh Badut Karangbesuki.

Setelah tiga jam melakukan olah TKP, tim labfor meninggalkan lokasi yang ditutup garis polisi. Mereka membawa beberapa bungkusan plastik transparan. Dari barang bukti yang disita Labfor, diduga terkait dengan kebakaran yang diikuti ledakan.

Ada dugaan, peristiwa itu mengarah kepada korsleting listrik. Dimungkinkan penyebab awal kebakaran adalah korsleting listrik, yang percikan apinya menyambar barang-barang mudah terbakar di dalam bangunan.

Namun Heru menyebut penyebab kejadian masih dalam analisa dan evaluasi tim Labfor. Dia tidak membantah bahwa kaleng-kaleng bekas lem maupun bahan pembuat lem tersebar di TKP.

“Soal sumber api belum bisa ditentukan. Tim Labfor yang akan menganalisa dan evaluasi untuk menentukan asal mula titik api kebakaran dan ledakan. Tapi, usaha ini memang terkait pembuatan kripik tempe dan pembuatanl lem,” jelasnya.

Seperti diketahui, pabrik kripik tempe di Desa Karangbesuki, Kota Malang, Rabu (4/10/2017)


BERITA TERKAIT