Kapolresta:Ada Unsur Lalai, Kebakaran Pabrik Kripik Tempe

  • 2017-10-05 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2092
Kapolresta:Ada Unsur Lalai, Kebakaran Pabrik Kripik Tempe Pemilik pabrik kripik Tempe dan Lem, Samuel Trisnawan tidak mau berkomentar tentang usahanya.(firman)

MALANG–Ada fakta baru dari ledakan pabrik rumahan milik Samuel Trisnawan yang menewaskan lima pekerjanya. Polisi menemukan indikasi unsur kelalaian dari pengelola pabrik di Jalan Candi V No. 247 RT 05 RW 05 Karangbesuki Sukun, Kamis (5/10/2017).

Indikasi lalai itu terutama dari segi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Paling terlihat, pabrik itu tidak memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan menyebut laporan yang dia terima, menegaskan tidak ada peralatan keselamatan ketika terjadi kecelakaan kerja.

“Dari laporan UPT Damkar Pemkot Malang, tidak ditemukan alat pemadam ringan, ini sudah satu kelalaian. Kita akan periksa kondisi bangunan, perizinannya, laporannya kepada pemerintah seperti apa. Unsur kelalaian akan diteliti di dalam gelar perkara,” urai Kapolres, Kamis, (5/10/2017).

Perlengkapan K3 lanjunya, merupakan hal wajib yang dimiliki pelaku usaha. Hal ini ditegaskan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang. Disnaker menyoroti soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang ada di pabrik maut tersebut.

Sementara itu, Samuel sendiri menghindar dan lebih banyak diam ketika ditanyai wartawan. Sebelumnya, dia sempat berujar bahwa pembuatan lem sudah berjalan 10 tahun, sedangkan pabrik kripik tempe berjalan 1 tahun. Awak media dilarang masuk ke dalam untuk melihat langsung proses olah TKP. (fin/big/ary)

Berita Terkait

Baca Juga