Mendikbud Bicarakan Regulasi Baru untuk Ciptakan Guru yang Profesional | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Mendikbud Bicarakan Regulasi Baru untuk Ciptakan Guru yang Profesional

  • 2017-10-07 penulis : rosi
  • dibaca :380
Mendikbud Bicarakan Regulasi Baru untuk Ciptakan Guru yang Profesional Mendikbud Muhadjir Effendy menghadiri agenda nasional di Hotel Regent, kemarin. (foto: Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyediakan anggaran Rp 72 triliun  untuk tunjangan profesi guru (TPG) 2018. Hanya saja, mekanisme pelaksanaan Program Latihan Pendidikan Guru (PLPG) akan didesain ulang. Sehingga lulusan PLPG yang mendapat TPG benar-benar profesional.

Hal itu disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy ketika menghadiri acara Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), di Hotel Regent Malang kemarin (6/10).

Muhadjir berharap, tunjangan yang telah disiapkan juga bisa menunjang kualitas guru. Sebab menurutnya, guru di Indonesia belum bisa menunjukkan profesionalismenya.

“Itu sebabnya ada PLPG yang dilakukan untuk mendapatkan TPG,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Namun menurutnya, PLPG masih belum bisa membentuk profesionalitas guru. Sebab, profesionalitas guru tidak bisa ditentukan hanya sembilan hari saja selama pelaksanaan program berlangsung.

“Model ini yang sebenarnya ingin saya ubah. Saya tidak ingin profesionalitas guru hanya ditentukan selama sembilan hari,” tegas dia lagi.

Muhadjir akan mengusulkan kepada presiden, program lainnya untuk membentuk profesionalitas guru. Untuk saat ini, dia memang masih belum menentukan program seperti apa yang akan ia wujudkan.

Namun, ia sudah berbicara dengan presiden tentang sembilan hari pelaksanaan PLPG, yang dijadikan sebagai wadah untuk mendapatkan TPG. Muhadjir mengatakan, melalui PLPG, guru terlalu mudah dikatakan profesional, dan mendapatkan TPG.

“Dana yang saya katakan tadi adalah 60 persen daftar guru yang mendapatkan TPG. Kalau 100 persen guru lolos PLPG dan mendapatkan TPG, kami butuh Rp 110 triliun,” kata Muhadjir.

Muhadjir menegaskan, guru profesional bukan mereka yang ahli ilmu pengetahuan dan lolos PLPG. Namun guru profesional adalah mereka yang menjabat sebagai seorang guru profesional di bidangnya. Mereka rela mengabdi demi dunia pendidikan yang mereka emban.

“Misalnya dalam keilmuan nasrani,

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga