PK Diterima, Dokter Refa Bebas | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

PK Diterima, Dokter Refa Bebas

PK Diterima, Dokter Refa Bebas SENANG: Dokter Safaruddin Refa berjabatan tangan dengan para penasehat hukumnya setelah dinyatakan bebas dari korupsi

MALANG- Dokter Safaruddin Refa akhirnya bisa bernafas lega. Ini setelah dia diputus bebas oleh majelis Hakim Agung RI terkait kasus korupsi Rp 8,4 juta tahun 2008 lalu di bagian Mata RSSA Malang. Saat itu, ia sempat divonis tidak bersalah oleh hakim PN Malang yang menyidangkan kasusnya.

Namun, Kejari Malang memilih mengajukan kasasi ke MA. Di dalam sidang yang dipimpin hakim Artidjo Alkostar, SH, kasasi tersebut dikabulkan dan memvonis Refa, panggilannya dengan hukuman penjara satu tahun dan denda Rp 50 juta. "Saya tidak terima dan mengajukan PK. Alhamdulillah diterima Agustus 2017 lalu,"

terangnya kemarin.

Kepada wartawan, warga Jalan Suropati 12 Malang ini mengaku tidak  bisa menyembunyikan rasa gembiranya karena harus berjuang selama sembilan tahun untuk mendapatkan keadilan. "Tidak menyangka masih ada keadilan di negeri ini," tegas dia bersama empat penasehat hukumnya.

Ia merasa telah menjadi korban fitnah, didzolimi dan didiskrimalisasi oleh pihak-pihak tertentu di RSSA Malang. "Perkara ini telah menyita waktu, menguras tenaga dan pikiran, mengorbankan nama baik, harga diri dan keluarga," ungkapnya berulangkali sembari menarik nafas lega.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Staf Medik Fungsional (SMF) Mata RSSA Malang itu kini memilih untuk nenikmati dulu putusan bebas ini dan diberikan ketenangan hidup dalam usia yang makin bertambah. Untuk memenangkan PK itu, ia mengakui cukup berat. "Dokter Refa harus mengumpulkan bukti atau novum baru," ungkap H. Achmad Cholily, SH, salah satu penasehat hukumnya.

Nyatanya, mereka berhasil mengumpulkan sembilan bukti baru agar hakim agung yang menyidangkan perkara ini yakin bahwa dokter spesialis mata ini tidak bersalah. Beberapa bukti baru itu yakni keterangan bila beberapa pasien sudah membayar langsung ke bagian mobilisasi dana RSSA Malang.

Kedua, keterangan 13 orang pasien yang menjadi peserta Askes dan biayanya telah diklaim oleh RSSA Malang. "Ada novum-novum lain yang berhubungan dengan administrasi berhasil dikumpulkan cukup berat oleh dokter Refa," tambah Dr. Solehoddin SH, penasehat hukum lainnya. 

Dengan sembilan novum baru itu, kata dia, tidak ada alasan bagi majelis Hakim Agung PK MA yang diketuai Timur P. Manurung SH untuk tidak menerima pengajuan PK dokter Refa. "Hasilnya, klien kami dibebaskan karena tidak terbukti memungut sendiri biaya jasa terhadap pasien dan dianggap merugikan negara," tegas dia. (mar)

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga