Dua Bapak Ini Pilih Gantung Diri Menyelesaikan Sakitnya | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Dua Bapak Ini Pilih Gantung Diri Menyelesaikan Sakitnya

  • 2017-10-10 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :403
Dua Bapak Ini Pilih Gantung Diri Menyelesaikan Sakitnya Petugas Polsek Gondanglegi ketika melakukan olah TKP gantung diri.

MALANG - Sehari dua peristiwa gantung diri terjadi di wilayah Kabupaten Malang, Senin (9/10/2017). Yakni terjadi di Gondanglegi dan Dampit. Kedua korbannya diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu karena depresi karena penyakit yang tak kunjung sembuh.

Digondang Legi, tepatnya di Jalan Sidotresno, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi, pelakunya adalah Supardi, 51. Dia ditemukan gantung diri di rumahnya, Senin malam.

"Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang menderita sakit paru-paru dan sering keluar masuk rumah sakit. Mungkin karena putus asa, tidak kunjung sembuh, korban mengakhiri hidupnya," jelas Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani, Selasa (10/10?2017).

Diperoleh

keterangan juga, usaha korban untuk mengakhiri hidupnya itu tidak sekali ini saja. Sudah dua kali dia mencoba bunuh diri dengan menenggak racun. Namun kala itu selalu gagal, karena ketahuan keluarga.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.00, korban sempat nongkrong dengan tetangga di rumahnya. Sekitar pukul 21.00, tetangganya diminta untuk pulang, dengan alasan kalau korban mau istirahat.

Keluarga dan tetangganya pun juga tidak menaruh curiga. Ketika korban masuk kamar, keluarganya juga langsung tidur. Namun tengah malam secara diam-diam korban keluar kamar dan mengakhiri hidupnya. Korban menggunaan kain kerudung untuk kendat.

Kematian korban diketahui kali pertama oleh adiknya sekitar pukuk 23.30. Melihat kakaknya tewas tergantung, adiknya lantas meminta bantuan warga sekitar dan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Gondanglegi.

"Ketika kami datang ke lokasi, jenazah korban sudah diturunkan. Tidak ada bekas tanda kekerasan di tubuhnya. Keluarga juga menerima kematiannya dengan membuat surat pernyataan tertulis," terang mantan Kanitreskrim Polsek Pakis ini.

Sementara itu, Senin sore kejadian serupa terjadi di Dusun Kampung Selang, Desa Baturetno, Kecamatan Dampit. Jumani, 55, warga setempat ditemukan tewas gantung diri pada pohon kopi, di belakang rumahnya.

Dugaan sementara, dia nekatnya karena korban depresi. Sebab dua hari sebelumnya, korban sempat mencoba bunuh diri dengan menenggak racun, namun berhasil digagalkan oleh keluarganya.

"Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan tertulis. Di tubuhnya juga tidak ditemukan bekas tanda kekerasan," ungkap Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mas'udi.

Menurutnya, korban ditemukan gantung diri oleh keluarganya. Saat itu, keluarganya  bingung mencari korban yang diketahui tidak ada di dalam rumah. Setelah dicari di perkarangan belakang rumahnya, ternyata sudah tewas tergantung.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, lantas melaporkan ke perangkat desa. Selanjutnya meneruskannya ke petugas Polsek Dampit. "Korban depresi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga