Ditangkap di Sekolah, Pelajar SMK Ini Jadi Pengedar Pil Koplo | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Ditangkap di Sekolah, Pelajar SMK Ini Jadi Pengedar Pil Koplo

  • 2017-10-10 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1460
Ditangkap di Sekolah, Pelajar SMK Ini Jadi Pengedar Pil Koplo Tersangka AA, pelajar SMK yang mengedarkan pil koplo jenis dobel L (kanan) yang diamankan Polsek Turen.

MALANG - Unit Reskrim Polsek Turen  menangkap seorang pelajar SMK di Turen Kabupaten Malang. Pelajar yang diketahui berinisal AA, 19, disergap karena mengedarkan pil koplo jenis dobel L. Pelajar kelas XII, warga Kelurahan Dampit itu kini sedang dalam pemeriksaan polisi.

Yang menjadikan polisi harus mengelus dada, AA ditangkap di sekolah. Selain mengamankan AA, polisi juga mengamankan barang bukti 19 butir pil koplo, satu unit HP untuk transaksi dan uang hasil penjualan sebesar Rp 54 ribu.

Menurut Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Purnomo, tersangka AA, sudah lama menjadi pengedar. Setahun lalu dia juga pernah

menjadi pengedar, namun sempat berhenti setelah ketahuan pihak sekolah. AA saat itu berhenti karena takut dikeluarkan dari sekolah.

"Tahun lalu dia mengaku mendapat pasokan dari seorang temannya asal Kota Malang," ujar Purnomo, Selasa (10/10/2017).

Namun penyesalan AA, ternyata hanya sebatas lisan saja. Buktinya tiga bulan lalu, ia kembali mengedarkan pil koplo. Kali ini tersangka mengatakan mendapat barang terlarang itu dari temannya berinisial B, asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang yang kini masih diburu.

Penangkapan AA ini berawal pada Senin (9/10/2017) petugas Polsek Turen melakukan razia kendaraan di depan mako. Saat itu petugas mendapati dua pengendara yang kedapatan membawa pil koplo, yakni berinisial DAS dan RS. Mereka mengaku mendapatkan pil itu dengan membeli dari AA.

Berdasarkan pengakuan kedua pengguna yang menjadi saksi tersebut, polisi lantas mengembangkan kasusnya. Pagi kemarin, polisi menjemput AA di sekolahnya ketika sedang istirahat. Aa juga mengakui telah menjual pil koplo itu kepada DAS dan RS.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 196 sub pasal 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Kami juga masih akan kembangkan kasusnya ke pemasoknya," tegasnya.(agp)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga