Begini Pengakuan IB Ketika Terseret Pusaran Gratifikasi Wali Kota Batu | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Begini Pengakuan IB Ketika Terseret Pusaran Gratifikasi Wali Kota Batu

  • 2017-10-12 penulis : Fino
  • Editor :Rista
  • dibaca :663
Begini Pengakuan IB Ketika Terseret Pusaran Gratifikasi Wali Kota Batu Iwan Budianto jelaskan ikhwal transfer dana Rp 4 miliar ke Wali Kota Batu

MALANG–Terseret dalam pusaran gratifikasi Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto mengaku koorperatif. Ia pun mengakui, jika telah menstranfer kepada orang nomor satu di Pemkot Batu Rp 4 miliar di tahun 2012.

“Sebagai warga yang baik, tentu saya harus memenuhi panggilan institusi negara. Senin lalu, suratnya masuk ke kantor. Saya diberi beberapa pertanyaan, tapi yang paling banyak ditanyakan, adalah soal aliran dana Rp 4 miliar yang masuk ke rekening pak Eddy pada 2012,” kata IB, pangilan akrabnya, Kamis (12/10/2017).

IB yang juga sebagai Direktur Utama Ijen Suites

Hotel, mengaku tak banyak mendapat pertanyaan. Total, seingat IB, hanya ada delapan pertanyaan yang dilontarkan satu penyidik KPK kepadanya. Terkait uang Rp 4 miliar yang ditransfer ke rekening ER, IB menyebut itu adalah piutang Arema kepada putra mantan Wali Kota Malang Ebes Sugiyono itu.

“Pasti masih ingat, saat pak Eddy meminta tim Arema datang ke Batu pada 2011 untuk menerima pelunasan gaji. Uang tersebut menjadi piutang Arema yang dilunasi pada tahun 2012. Karena kami dipinjami, jelas harus kami kembalikan kepada beliau,” papar bapak dua anak ini.

Pada 13 Juni tahun 2011, ER dan konsorsium Arema, menutup keterlambatan tiga bulan gaji pemain era Noh Alam Shah dkk. Pembayaran gaji tersebut diberikan di Batu. Uang miliaran rupiah ditumpuk di atas meja untuk membuktikan bahwa Dendi Santoso dkk akan menerima haknya sebagai pemain profesional.

Setelah itu, IB mentransfer utang Arema kepada ER setahun kemudian.

“Karena itulah KPK tanya kepada saya soal transfer uang, rekening korannya ada. Saya pun bawa bukti transfer tersebut. Saat itu tidak mungkin saya bawa uang miliaran rupiah untuk diberikan, sehingga cara melunasinya ya lewat transfer,” jelas mantan Ketua BLAI PSSI ini.

Mantan exco PSSI ini juga mengaku ada pertanyaan yang dilontarkan KPK berkaitan kasus pengadaan mebuler yang melibatkan ER dan kontraktor bernama Filipus Njap.

“Penyidik tanya apakah saya pernah menerima proyek pengadaan di Batu. Saya bilang saya tidak pernah menerima proyek pengadaan maupun menang lelang di Pemkot Batu, bisa dicek,” tuturnya.

Menurut pria 43 tahun ini, sempat juga dicecar ikhwal sejumlah proyek termasuk soal gratifikasi yang melibatnya Wali Kota Batu. Termasuk saat Eddy Rumpoko masuk dalam bursa Ketum di proses kongres luar biasa PSSI tahun lalu.(fin/tea/han)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga