Pertokoan Trunojoyo Isunya Dibakar, Ini Indikasinya

  • 2017-10-22 penulis : bagus
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2204
Pertokoan Trunojoyo Isunya Dibakar, Ini Indikasinya Petugas PMK Kota Malang saat memadamkan areal Kae Goodang Mutiara yang terbakar Minggu pagi (22/10/2017) (firman)

MALANG-Kebakaran yang diterjadi di Pertokoan Trunojoyo, Malang, memunculkan spekulasi sengaja dibakar. Spekulasi itu muncul karena dikaitkan sengketa yang kini sedang terjadi antaran PT KAI dan pedangang ataupun pemilik bangunan tanah yang diklaim milik PT KAI itu.
 
Pertokoan eks bioskop Mutiara itu terbakar Minggu (22/10/2017) pagi tadi. Empat tempat usaha kafe Goodang Mutiara, kantor pengacara MS. Alhaidary, Indomaret dan Toko City of Arema harus terbakar.

Di tengah kebakaran itu, sejumlah pedagang di areal tanah milik PT KAI sempat berkumpul. Mereka pun kasuk-kusuk membicarakan kebakaran itu dengan masalah yang sedang mereka hadapi.
 
Yang paling parah terbakar, Kafe Goodang Mutiara. Pemiliknya Jimmy Sunarto terlihat sangat terpuikul. Dia hanya terduduk lesu melihat anggota PMK menyemprot tempat usahanya hingga berhasil dipadamkan pukul 12.00.

 “Mungkin sekitar Rp 1,8 miliar kerugiannya,” jelasnya.

Kerugian itu, meliputi bagian atas yang ludes, perlengkapan musik, sound mixer dan berbagai perlengkapan renovasi. Namun dia menegaskan, akan membuka kembali tempat bisnisnya itu secepatnya. 

Sedangkan pengacara Alhaidary mengaku kantornya tidak terlalu parah meski berhimpitan dengan kafe itu. Ia pun enggan berkomentar kejadian itu dikaitkan dengan sengketa dengan PT KAI.

''Yang pasti kantor saya ikut terkena imbas. Untungnya tidak ada berkas perkara yang terbakar. Hanya atap dan ruang bagian atas yang rusak,” ujarnya.

“Faktanya memang ada permasalahan dengan PT KAI. Tapi apakah kebakaran ini berhubungan dengan somasi atau permasalahan itu, kami tidak tahu. Biarkan polisi saja yang bekerja untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” ungkap Haidary, sapaannya. 

Sengketa PT KAI dengan para pedagang yang tergabung dalam paguyuban itu memang telah melayangkan somasi kepada PT KAI. Terkait perintah pengosongan lahan yang persewaan itu. Alasan PT KAI, akan dijadikan arena parkir.
 

Berita Terkait

Baca Juga